Harapkan Ada Exit Tol Menuju Pariwisata di Tol Jateng-DIY

08 January 2019
Bidang KPM
Harapkan Ada Exit Tol Menuju Pariwisata di Tol Jateng-DIY

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap akses ke tempat pariwisata tetap diakomodasi dalam pembangunan dua ruas jalan tol Jateng-DIY, yakni ruas Bawen-Yogyakarta yang telah memasuki tahap lelang, serta ruas Solo-Yogyakarta.

Saat diwawancara Selasa (8/1), Ganjar juga sepakat adanya penyesuaian rute yang sempat menjadi polemik karena khawatir sejumlah situs cagar budaya bakal terdampak. Misalnya,di sekitar Candi Borobudur untuk ruas Bawen-Yogyakarta dan di sekitar Candi Prambanan di ruas Solo-Yogyakarta. Sehingga rute jalan tol diharapkan tidak menerabas situs-situs penting.

“Tidak langsung nerabas lewat candi dan situs, tapi di pinggirannya dan ada exit tol yang bisa menuju tempat wisata yang menuju Borobudur dan Prambanan. Itu kan menarik,” katanya.

Kalau rutenya merusak cagar budaya, menurut Ganjar memang tidak boleh dan harus diubah. Kalau pun menerjang, rutenya harus dibelokkan. Namun sampai saat ini Ganjar masih menunggu penyelesaian Detail Engineering Design (DED).

“Semua yang masih konsep saya biarkan. Kalau mereka sudah bikin desain saya undang untuk paparan. Saat ini Kementerian PU menghitung aksesibilitas kecepatan dan traffic management kalau sudah detail dan ekseskusi akan saya minta untuk paparan. Sehingga hal-hal yang ditakutkan publik bisa dikomunikasikan dengan baik,” beber gubernur.

Ditambahkan, Jalan Tol Bawen-Yogyakarta itu akan dimulai dari Ambarawa, Pringsurat, Magelang dan Mungkid, yang di Yogyakarta melintasi Bendung, Karangtalun, Minggir, Sleman dan akan memanjang hingga kawasan Ringroad utara. Panjang tol ini mencapai 77 kilometer dengan total investasi Rp12,139 triliun.

Sementara untuk tol Solo-Yogyakarta yang panjangnya mencapai 54 kilometer melintasi Solo, Klaten dan Yogyakarta dengan total investasi Rp19 triliun. Dari panjang tersebut, 15 kilometer akan dibuat melayang atau elevated.

Diakui, sejauh ini yang menjadi kekhawatiran banyak pihak terhadap pembangunan dua ruas jalur tol itu adalah keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta daerah sekitar yang keberadaan situsnya masih banyak. Meski nantinya tidak melintasi situs, namun Ganjar berpesan agar terdapat exit tol untuk menjangkau dua wisata andalan tersebut dan daerah wisata pendukung lainnya di kawasan itu.

“Ya jelas tidak boleh melintas di Borobudur dan Prambanan, tapi aksesibilitas harus bisa menuju ke dua titik itu. Secara teknis biarkan insinyur menghitung, kita kasih rambu-rambu. Target jalannya apa sih? Mau lurus agar cepat dan juga menjual pariwisata? Kalau desain sudah ada langsung paparan. Kalau perlu paparan di depan Pemprov Jateng dan DIY agar bisa sepakat nyari solusi,” katanya.

Penulis : Ib, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Mascot Padhang
Skip to content