Dorong Replikasi Perpustakaan Berbasis Inklusi

  • 12 Aug
  • bidang ikp
  • No Comments

SEMARANG РPerpustakaan tidak sekadar etalase koleksi buku, namun menjadi gudang ilmu yang membuka lebar wawasan masyarakat. Sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, Pemerintah Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara mendirikan dan mengelola Perpustakaan Kucica (Aku Cinta Membaca) sejak 2015 lalu, dari alokasi dana desa mereka.

“Perpustakaan Kucica adalah perpustakaan yang dibangun oleh pemerintah desa dari sebagian dana desa dan menjadi nomor satu untuk lomba tingkat provinsi,” terang Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Nugroho saat beraudiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Ruang Kerja Sekda, Senin (12/8/2019).

Nugroho membeberkan, Perpustakaan Kucica kini memiliki koleksi setidaknya 10 ribu judul buku dan eksemplar. Perpustakaan tersebut sudah berbasis inklusi yang melibatkan berbagai komunitas masyarakat setempat, sehingga turut mengembangkan ekonomi kreatifnya.

“Tidak hanya untuk pinjam dan baca buku saja, namun juga untuk pusat kegiatan kreatif masyarakat sekitarnya, dalam hal ini masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Jadi di sana sudah melibatkan berbagai komunitas masyarakat, termasuk juga komunitas dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dalam artian, komunitas itu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat yang mengakses pengetahuan dalam hal ekonomi dengan berbagai varian bentuk hasilnya,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengapresiasi pengelolaan Perpustakaan Kucica yang tidak hanya mendongkrak minat baca, namun juga mendorong geliat ekonomi kreatif masyarakat setempat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara yang telah mengelola Perpustakaan Kucica menjadi perpustakaan yang lebih maju dan kreatif. Perpustakaan ini bukan hanya tempat membaca, namun juga tempat berinovasi dan berkreasi,” ujarnya.

Pihaknya berharap, daerah lain dapat mereplikasi Perpustakaan Kucica. Sehingga, literasi masyarakat meningkat pada masa mendatang.

“Saya berharap perpustakaan lainnya bisa meniru dan mengembangkan seperti Perpustakaan Kucica. Mudah-mudahan menjadi contoh yang baik dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan edukasi, inovasi, dan kreasi kepada masyarakat,” tandasnya. (Humas Jateng)

Berita Terkait