SEMARANG – Belajar secara daring di tengah masa pandemi seperti saat ini, menjadi momen yang tidak terlupakan bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Betapa tidak, mereka dituntut untuk menjadi guru di rumah masing-masing. Menjadi kreatif dengan manajemen waktu yang baik pun, mutlak dimiliki orang tua.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Mawar Anggraeni Hartopo, dalam PKK Menyapa Live Instagram bersama Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo, Rabu (25/11/2020). Bertajuk “Cerdas Berprestasi di Masa Pandemi Covid-19”, Mawar menekankan orang tua dan guru untuk lebih kreatif dalam pembelajaran daring, sesuai usia anak.
Dia mencontohkan, guru bisa menggunakan media video animasi disertai dengan musik untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak dalam belajar. Bukan tanpa alasan, hal itu sebagai upaya pengalihan agar anak tidak fokus pada gawai semata.
Selain itu, khususnya untuk orang tua atau ibu pekerja, diharapkan untuk dapat mengelola waktu agar anak tetap mendapat perhatian selama belajar di rumah.
“Mungkin saya lebih ke ibu-ibu yang bekerja, dalam mendampingi anak-anaknya, harus dawa ususe (sabar). Momen ini tidak ada yang tahu. Yuk semangat semua, manajemen waktu yg baik, anak-anak kita adalah nomor satu,” ungkapnya.
Disinggung mengenai kegiatan PKK selama pandemi, diakui olehnya kegiatan banyak dilakukan secara daring dan mengalami keterbatasan untuk terjun langsung ke masyarakat. Namun, Ketua TP PKK yang terhitung muda ini terus memacu semangat kader PKK untuk berinovasi dan produktif di masa pandemi.
Kader PKK terus melakukan pendampingan dalam kegiatan pelatihan hingga menghasilkan produk-produk lokal, seperti produksi makanan yang terbuat dari tepung mokaf, yaitu tepung yang berbahan dasar singkong atau ketela rambat, kemudian diolah menjadi mi instan atau makanan lainnya yang lebih sehat dan minim gluten. Selain itu pelatihan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga menghasilkan produk-produk lokal seperti konektor masker dan tas-tas yang berbahan rajut.
“Hasilnya dapat dicari di lapisonline.kudus.go.id,” bebernya.
Ketua TP PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo menambahkan, pandemi membuat semua orang tua sadar betapa luar biasanya sosok guru yang mau mendidik anak-anak di sekolah. Sistem belajar secara daring, diakui berdampak pada reduksi yang nyata, khususnya kegiatan sosialisasi pada anak. Padahal, sosialisasi penting agar anak tidak asyik dengan dirinya sendiri.
Di sisi lain, Atikoh mengapresiasi kader-kader PKK yang tetap bersemangat untuk produktif di tengah masa pandemi, termasuk membuat aneka produk lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dia juga mengajak kader untuk tidak berhenti menyosialisasikan dan mengingatkan warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. (Hik/Ul, Diskominfo Jateng)