SEMARANG – Central Java Investment Bussines Forum (CJIBF) 2020 yang berlangsung 11-12 November 2020 di Gumaya Tower digelar secara daring karena situasi pandemi Covid-19. Meski demikian, antusiasme peserta webinar bertema “Investment Recovery for Economic Recovery” tersebut sangat tinggi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Ratna Kawuri menuturkan, CJIBF merupakan event tahunan yang menjadi media atau sarana untuk mempromosikan investasi di Jawa Tengah. Kali ini, sudah berjalan yang ke-15. Namun, pada tahun ini CJIBF digelar secara daring dalam bentuk webinar.
“Selama ini CJIBF dilakukan secara fisik (pertemuan), tapi karena pandemi Covid-19, maka kemasannya berbeda dengan dibuat webinar,” ujarnya, Rabu (11/11/2020).
Ratna mengungkapkan, meski digelar secara daring antusias peserta CJIBF tergolong tinggi. Hingga menjelang acara, sudah ada sekitar 389 akun yang mendaftar. Kemudian 263 akun di antaranya mengikuti webinar.
“Dan, ada sekitar 80 akun yang berminat penjajakan one on one meeting, dari 45 proyek yang ada,” paparnya.
Peran DPMPTSP, lanjut Ratna, melakukan pengawalan dan menjadikan kepeminatan tersebut agar terealisasi. Salah satunya dengan kemudahan perizinan, yakni menggunakan sistem online.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, tugas kita adalah mengawal dan menjadikan kepeminatan dari investor itu dapat terealisasi. Kami sudah sediakan sistem online untuk mempermudah perizinan. Sistem ini juga sekaligus mengurangi potensi miss atau potensi penyelewengan dan sebagainya,” ungkap dia.
Ratna juga menyampaikan, investasi itu membutuhkan persepsi. Calon investor akan memersepsikan lebih dulu daerah investasi.
“Ini harus saya sampaikan, investasi itu tergantung persepsi. Persepsinya seperti apa, misalnya masyarakatnya welcome, komitmen dan keberpihakan para pemimpin daerah sangat tinggi. Kami berharap persepsi yang dibangun media bersifat positif dan dapat mendorong investasi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan kepada tiga daerah pemenang investment challenge atau peluang investasi yang ada di Jawa Tengah. Yakni, Kabupaten Banyumas dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga minihidro, Kabupaten Pati dengan pembangunan sentra industri perikanan terpadu, dan Kota Surakarta dengan pembangunan Jurug Theme Park and Zoo.
“Penghargan itu diberikan oleh BI bekerja sama dengan kami melalui KERIS Jateng (Koridor Ekonomi Perdagangan Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah). Jadi, tiap kabupaten/ kota mengirimkan proyek mereka ke tim. Lalu dilakukan evaluasi, analisis dan verifikasi di lapangan. Ada tiga daerah pemenang itu,” tandasnya. (Wk/Ul, Diskominfo Jateng)

