SEMARANG – Sekretaris Daerah Pemprov Jateng Sri Puryono mengajak mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus) untuk menahan jempolnya dalam menyebarkan berita jika belum mengetahui pasti kebenarannya.
Ajakan itu dia sampaikan dalam talkshow Ngabuburit Ramadan bertajuk “Puasa Sebagai Sarana Memperteguh Keakraban Umat” di Masjid Baitul Ilmi Udinus, Kamis (9/5/2019).
“Berkali-kali saya sampaikan di pelbagai forum, kalau dapat berita disaring dulu baru di-sharing. Ingat, disaring dulu sebelum di-sharing (dibagikan),” ujarnya.
Pada era sekarang yang serba instan, menurut dia, muncul fenomena masyarakat berlomba-lomba adu cepat membagikan kabar maupun informasi. Padahal, sumber informasi tersebut belum pasti kebenarannya.
“Langsung di-share seolah-olah (siapa yang tercepat) jadi pahlawan. Maka, kalau pertama kali dapat informasi itu kita cari dahulu sumbernya. Dilacak, kalau tidak jelas, di-delete (dihapus),” katanya.
Di sisi lain, dia menceritakan mendapat dua mandat dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat pertama kali dilantik sebagai Sekda Jateng pada tahun 2014 silam. Tugasnya yaitu meningkatkan integritas dan pelayanan prima kepada masyarakat secara mudah, murah, cepat transparan, dan akuntabel.
“Makanya kami di provinsi kalau ada keluhan diberi waktu 1×24 jam. Jadi, silakan melakukan komplain asalkan tidak fitnah. Jangan sampai motret jalan berlubang, tapi yang dipotret jalan provinsi lain. Ini harus dimanfaatkan,” katanya seraya menunjukkan gawai.
Selain Sekda Jateng Sri Puryono sebagai narasumber, talkshow itu juga menghadirkan narasumber Rektor Udinus Prof Edi Noersasongko, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH Ahmad Daroji dan mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz. (Ad, Humas Jateng)

