SEMARANG – Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen berpesan kepada para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Life Skill Daarun Najaah Wonosari Ngaliyan Semarang untuk menjadi insan cendekia sekaligus teladan.
Pasalnya, dengan semakin banyaknya Ponpes yang berdiri dan menyebar di Jateng, menunjukkan jika Allah memiliki kehendak memperluas Islam dan umat pun ditunjuk menjadi khalifah di bumi agar bumi tidak cepat tua. Sebab, bergesernya bumi diakibatkan banyak kemaksiatan dan berubahnya posisi Alquran yang tak lagi dipahami dan dijadikan imam, namun cenderung hanya menjadi lantunan dan bacaan.
“Dulu, jarang ada kiai menyandang hafiz, tetapi bisa mengurutkan ayat Alquran karena paham artinya. Kalau kita semua mengaku umat Muhammad dan golongan Ahlussunnah wal Jamaah, ya jangan hanya menjadi bacaan dan lantunan, tapi pahami dan ikutilah (jadikan imam),” tuturnya saat menyampaikan mauidoh hasanah Haul dan Haflah ke-VII Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Ngaliyan, Semarang, yang diasuh KH Ahmad Izzudin, Sabtu (4/5/2019) malam.
Selain memberi pesan kepada para santri, Gus Yasin juga berpesan kepada para kiai maupun ustaz untuk meneladani kisah Imam Buwaity dan Imam Syafii tentang kesabaran dalam memberikan pelajaran dan tidak berputus asa.
Agar bisa sabar dan tidak berputus asa, kata Gus Yasin, berkumpul dengan orang saleh harus sering dilakukan. Mencari orang saleh yang sesungguhnya pun tidaklah mudah, apalagi pada zaman sekarang ini. Orang saleh memiliki ciri tahu sebelum orang lain tahu, karena menjadi kekasih Allah SWT.
Gus Yasin juga menyatakan, pada mula dan akhirnya, Islam mengalami masa yang aneh atau asing (ghorib). Ketika turun dibawa Nabi Muhammad SAW, Islam dianggap aneh, bahkan oleh Siti Khadijah sendiri. Siti Khadijah yang kaya raya, merelakan seluruh kekayaanya habis untuk menyebarkan Islam disaat Islam kala itu masih minoritas.
Sementara, Islam di akhir zaman atau pada akhirnya juga mengalami keanehan. Keanehannya, meski Islam menjadi mayoritas dalam pengakuan, tetapi umat tidak menjalankan ajaran Islam itu sendiri.
Penulis : Sy, Humas Jateng
Editor : Ul, Diskominfo Jateng


