Wonosobo Intensifkan Uji Swab

28 August 2020
yandip prov jateng

WONOSOBO – Perkembangan terakhir kasus positif Covid-19 di Kabupaten Wonosobo, per Rabu (26/8/2020) masih menunjukkan grafik kenaikan yang cukup signifikan. Dari data yang dimutakhirkan situs resmi pemerintah Kabupaten, terlihat jumlah kasus positif bertambah enam orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Pemkab, Muhamad Riyatno, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Jaelan menyebut, dari penambahan itu membuat kasus Covid-19 telah mencapai 200 orang, dengan 111 orang di antaranya sembuh, tiga orang meninggal dunia, dan 86 lainnya masih dalam masa perawatan di RSUD Setjonegoro, RSI Wonosobo, RS PKU Muhammadiyah dan Gedung Karantina BLK Wonosobo. Penambahan massif Covid-19 positif sepanjang bulan Agustus yang telah mencapai 107 kasus, tidak lepas dari banyaknya sampel swab yang dikirimkan.

“Untuk bulan Agustus ini saja, kami telah mengirimkan sebanyak 1.405 sampel hasil swab dari tracing kontak erat sejak bulan Juli lalu,” terang Jaelan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Jumlah tersebut, menurutnya jauh melebihi jumlah swab pada Juni dan Juli yang masing-masing hanya 232 dan 396 sampel dikirim. Hingga Rabu (26/8/2020), pihaknya bersama tim tracing mengaku masih berupaya mengintensifkan pelacakan ke sejumlah lokasi di mana ditemukan kasus positif.

“Kondisi yang saat ini tengah melanda Wonosobo agar disikapi dengan tenang, tidak panik, serta kooperatif, apabila sekiranya memang diperlukan untuk uji swab dari hasil tracing dengan kontak erat,” pintanya.

Meski secara jumlah penambahan terhitung besar dan berpotensi massif, Jaelan optimistis gelombang kedua Covid-19 lebih cepat berakhir. Dengan syarat, masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3 M dengan baik dan benar.

“Kami tetap mengimbau agar 3 M, yaitu Mencuci tangan secara teratur, Mengenakan masker saat berada di luar rumah, serta menjaga jarak aman interaksi sosial hingga menjauhi kerumunan dan keramaian, dipatuhi. Sehingga kita dapat segera mengakhiri pandemi ini,” tandasnya.

Sementara itu, untuk menekan penyebaran Covid-19, Camat Kalikajar Bambang Triyono mengungkapkan, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, BPBD, hingga relawan di Gugus Tugas wilayah, memutuskan untuk menutup sementara aktivitas di pasar Desa Kembaran. Pasalnya, saat ini kasus Covid-19 positif di wilayahnya secara akumulatif telah mencapai 32 orang, alias yang tertinggi kedua di Kabupaten Wonosobo,

“Alhamdulillah, penutupan sementara ini berjalan lancar dan para pedagang cukup kooperatif. Karena hal ini memang upaya untuk mensterilkan pasar demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga harus dilakukan secara menyeluruh,” ungkap Bambang.

Dengan kerja sama semua pihak dan kepatuhan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, dirinya mengaku optimistis Kalikajar segera pulih dan kembali lagi ke zona hijau.

Penulis : Danang Hari Purnomo – Diskominfo Kabupaten Wonosobo
Editor : dnk/ul Diskominfo Jateng

Skip to content