JEPARA – Bupati Jepara Dian Kristiandi mengingatkan kepada organisasi masyarakat (ormas) dan tokoh agama untuk waspada terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk memecah belah persatuan bangsa, dengan memanfaatkan momentum pandemi Covid-19.
“Negara kita sedang diuji dengan upaya-upaya pemecah belahan di antara kita. Gerakan radikal, teror muncul dengan memanfaatkan era pandemi,” kata Andi, sapaan akrabnya saat membuka silaturahmi Pemerintah Kabupaten Jepara dengan organisasi massa di Pendapa Kartini Jepara, Rabu (16/12/2020).
Untuk itu, lanjutnya, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah harus saling menguatkan satu sama lain. Jangan sampai terpancing, dengan adanya upaya pemecah belah persatuan, yang akan mengganggu stabilitas bangsa.
“Sinergitas ini mari tunjukan kepada masyakat. Jangan sampai muncul apriori dengan kelompok manapun, untuk mewujudkan Jepara lebih baik,” katanya.
Disampaikan, pandemi Covid memberi dampak yang luar biasa, termasuk potensi terjadinya konflik sosial di masyarakat. Menurutnya, mereka yang tidak suka dengan keutuhan negara, akan memanfaatkan momentum ini untuk mencoba menggerakkan ke arah perpecahan antar bangsa.
“Untuk itu, perbedaan suku, budaya, bangsa, menjadi kekuatan kita membangun persatuan,” katanya.
Terkait dengan Covid-19, bupati mengajak masyarakat, untuk menghilangkan politisasi, dan saling nyinyir seperti halnya menghadapi kontestasi politik. Perang melawan Corona adalah arena perjuangan kemanusiaan, bukan arena politik maupun ekonomi.
“Kita harus bareng-bareng melakukan pencegahan. Untuk itu, kami mengajak kepada bapak/ibu yang punya jaringan langsung kepada masyarakat untuk terus mengajak kepada mereka untuk gencar melakukan protokoler kesehatan,” ungkap dia.
Penulis: Diskominfo Jepara/Dian
Editor: Di, Diskominfo Jateng
