Kabupaten Jepara kembali meraih penghargaan Piala Adipura oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kedatangan piala tersebut disambut meriah ratusan warga Jepara, di perbatasan Demak-Jepara, atau Desa Gedangan Kecamatan Welahan, Selasa (15/1) siang.
Penghargaan kabupaten terbersih itu, kemudian di kirab keliling Jepara menuju Pendapa Kartini Jepara untuk dilakukan acara penyambutan. Piala Adipura ditempatkan di kendaraan khusus di barisan paling depan. Setelahnya, ada ikon Sistem Informasi Angkutan Sampah (Si-Angsa), yang merupakan inovasi baru di Kota Ukir.
Petugas kebersihan, Komunitas mobil Jeep, dan rombongan sepeda motor pelat merah, perwakilan masing-masing perangkat daerah yang ikut mengawal piala tersebut, terlihat begitu antusias. Mereka menyambut gembira penghargaan yang dianugerahi kepara Kabupaten Jepara yang ke 15 kali, dan merupakan 14 kalinya secara berturut-turut.
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, berterima kasih kepada seluruh unsur masyarakat, terkhususnya pada petugas kebersihan yang dinilainya sangat berjuang keras, untuk membersihkan dan menjaga Kabupaten Jepara selalu bersih. “Sehingga apresiasi pemerintah terkait dengan perjuangan anda sekalian ini, akan diberikan cinderamata berupa keuangan. Jumlahnya Rp 350 ribu tanpa dipotong pajak,” ujar bupati.
Lebih lanjut, kata Ahmad Marzuqi, ada empat indikator Kabupaten Jepara bisa mendapatkan penghargaan Adipura. Yakni, kota harus bersih, kota harus teduh, kota harus sehat, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang baik. Bupati juga berharap, para pejuang kebersihan atau pahlawan Adipura. Mulai dari para pemangku kebijakan hingga para penyapu jalan dan lingkungan, untuk lebih meningkatkan kinerjanya.
Diraihnya penghargaan Adipura ini, menurut Ketua DPRD Jepara Junarso, hal ini justru menjadi motivasi untuk meraih Adipura Kencana pada tahun yang akan datang. Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong masyarakat, untuk berperan aktif, utamanya dengan membentuk kelompok pengelolaan sampah mandiri yang mendirikan bank sampah. “Bank-bank sampah memiliki peran yang sangat besar dalam upaya mengelola di Kabupaten Jepara,” ujar dia.
Meski APBD tahun 2019, untuk anggaran kebersihan sedikit mengalami kenaikan di bandingkan tahun lalu. Yakni dari Rp 2,8 miliar menjadi Rp 2,9 miliar pada tahun ini. Demikian pula untuk pengelolaan TPA, tahun ini naik dari Rp 1,3 miliar menjadi Rp 1,4 miliar. Juarso berharap pemerintah daerah mampu memaksimalkan pengelolaan kebersihan di Kabupaten Jepara dengan baik.
