Wali Kota Magelang Ajak Notaris Terlibat dalam Pembangunan

24 February 2022
yandip prov jateng
Wali Kota Magelang Ajak Notaris Terlibat dalam Pembangunan

KOTA MAGELANG – Pemkot Magelang tidak bisa menjalankan pemerintahan secara sendiri tanpa peran serta masyarakat. Termasuk peran serta dari notaris, salah satu profesi yang diharap dapat membantu dalam pembangunan kota.

“Notaris perlu sekali diajak ngomong, dan ini forum yang pas untuk kita saling berdiskusi. Apa yang diinginkan atau masukan apa dari notaris untuk pemerintah bisa disampaikan di forum ini,” ujar Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz, saat “Ngopi Bareng Pak Wali dengan Notaris/PPAT se-Kota Magelang,” di Taman Kyai Langgeng, Rabu (23/2/2022).

Dia menuturkan, acapkali bertemu notaris di lapangan mengeluhkan sejumlah hal, seperti pajak yang tinggi saat transaksi jual beli tanah. Maka, forum Ngopi Bareng itu diharapkan muncul solusi agar ke depan tidak lagi ada keluhan yang mencuat.

“Pemkot tentu perlu sekali masukan dari notaris dan juga profesi lain, yang kemudian perlu ditindaklanjuti. Sebelumnya kita sudah berkumpul dengan dokter dan kontraktor, semua kita diskusikan apa yang menjadi ide, gagasan, dan masukan kepada pemerintah, bisa kita tindaklanjuti,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Ikatan Notaris Indonesia Kota Magelang Hendra Setawidjaja, mengemukakan usulan tentang pengurangan pajak dan pemangkasan birokrasi, dengan pengajuan permohonan langsung ke BPKAD. Jadi, tidak perlu sampai wali kota.

“Perlu juga dilakukan sosialisasi secara gencar kepada masyarakat, agar masyarakat tidak terlalu kaget,” ujar Hendra.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang Susilowati mengatakan, pihak pemkot melalui BPKAD akan mengkaji lebih lanjut terkait regulasi yang mengaturnya. Pemkot sudah menyiapkan tim termasuk Bagian Hukum, untuk memverifikasi dan mengharmonisasi peraturan, agar sesuai dengan prosedur semestinya.

“Untuk sosialisasi, telah dilakukan di tingkat kecamatan dan kelurahan pada bulan Desember 2021. Selanjutnya 13 Januari 2022 juga mengundang pengurus PPAT. Ketiga, di 21 Januari kita mengumpulkan notaris dan PPAT,” papar Susilowati.

Tidak hanya itu, sosialisasi akan terus dilakukan secara bertahap hingga level terkecil di masyarakat.

“Sampai tingkat Kelurahan, RW dan RT kita minta teman-teman di sana untuk ikut serta menyosialisasikannya,” tandasnya.

Penulis: MagelangKota
Editor: WH/DiskominfoJtg

Skip to content