WABUP TINJAU LOKASI SANTRI HANYUT

  • 14 Feb
  • yandip prov jateng
  • No Comments


JEPARA – Peristiwa tenggelamnya seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Mubtadiin Balekambang bernama Khoiruddin (14), di Sungai di Sungai Pante Ayam, Desa Gemiring Lor, pada Sabtu (10/2) turut menggugah keprihatinan Wakil Bupati (Wabup) Jepara Dian Kristiandi.

Dian Kristiandi yang akrab disapa Andi, Selasa (13/2) menyerahkan santunan uang tunai dan bantuan sembako yang dititipkan kepada Pengasuh Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang KH M Maimun Abdulloh, ZA.

Untuk diketahui, korban meninggal akibat tenggelam saat mandi di sungai sekitar pukul 14.30. Korban bersama dua rekannya menuju sungai untuk mandi dengan melalui pagar belakang Ponpes yang beberapa waktu lalu telah roboh, disebabkan pondasi tidak kuat menahan gerusan aliran air sungai yang deras.

Sebelumnya, pada sela-sela tinjaun di lokasi terjadinya musibah tersebut, Wabup yang didampingi ¬†DPPKAD, BPBD, Asisten 2 Setda, Dinsospermades, dan OPD terkait serta PMI Jepara dan pengurus Ponpes, Andi mengatakan akan segera mengupayakan segala cara agar masalah yang dapat membahayakan semacam ini tidak terulang kembali dikemudian harinya. “Nanti dari dinas yang terkait PUPR kita upayakan untuk segera melakukan satu proses pembangunan. Meneruskan bronjong yang sudah ada itu sampai batas tikungan sehingga mengantisipasi kedepan supaya tidak terjadi seperti ini lagi,” ujar Andi.

Meski sebelumnya pihak pesantren telah melarang para santrinya untuk tidak mandi dilokasi seperti ini, Wabup tetap menghimbau kepada pihak pengasuh Ponpes selalu terus meningkatkan kewaspadaan. Terlebih jika musim penghujan telah datang, apalagi tahun ini Jepara masuk pada siklus bencana empat tahunan. “Tapi apapun namanya anak-anak itu kan terkadang suka lupa, oleh karenanya ya memang harus lebih diberikan satu prioritas pengetatan, agar para santri tidak mandi seperti ini,” imbau Wabup.

Andi berharap kejadian tersebut yang pertama dan terakhir terjadi, juga sebagai bentuk peringatan dan antisipasi selanjutnya.

Ditanya langkah yang akan dilakukan, pihaknya menjelaskan akan dilakukan pembangunan bronjong ditepian sungai, sebagai antisipasi agar tidak sampai kejadian yang dapat membahayakan terulang. “Kita akan sesuaikan dengan DPA nya teman-teman teknis khususnya di Pengairan DPUPR, kalau memang ada disitu ya kita akan segera lakukan bila perlu nanti kalau memang kita bisa mengambil dari sisi anggaran bencana kita akan ambilkan dari situ,” kata Andi. (diskominfoJepara|AchPr)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn

Berita Terkait