KUDUS – Seperti digigit semut dan tidak ada efek samping. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo ketika ditanya bagaimana rasanya usai menjadi orang pertama yang divaksin di Kabupaten Kudus, di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Senin (25/1/2021).
“Rasanya seperti digigit semut. Tapi, setelah 30 menit saya tidak merasakan efek samping atau kejadian ikutan,” ungkapnya.
Disampaikan, selain dirinya, vaksinasi juga diberikan kepada sejumlah anggota Forkopimda Kabupaten Kudus. Di antaranya, Plt Kepala Dinas Kesehatan, para direktur Rumah Sakit di Kudus, dan tokoh lintas agama. Setelahnya, vaksinasi diikuti 5.618 orang tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus.
“Ini diawali oleh saya, Forkopimda, dan unsur tokoh lainnya. Nantinya, vaksinasi diikuti ribuan nakes di Kudus,” imbuhnya.
Tahap pertama vaksin, lajut Hartopo, dimulai Senin (25/1/20251) hingga Kamis (28/1/2021). Pihaknya sudah menyiapkan delapan rumah sakit, 19 Puskesmas, dan dua klinik untuk melaksanakan vaksin. Ditargetkan, vaksinasi dapat diberikan kepada 200 penerima per harinya.
“Mudah-mudahan lancar dan sesuai target,” lanjutnya.
Dijelaskan, vaksin Sinovac telah tiba di Kudus sejak Sabtu (23/1/2021). Kedatangan vaksin, lanjut Hartopo, menjadi angin segar guna menekan kasus Covid-19. Terlebih, vaksin Sinovac telah teruji aman dan halal, dan sudah mendapat kepastian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Aman dan halal. Itu sudah pasti. Apalagi sudah dikonfirmasi institusi yang berwenang, yakni BPOM dan MUI. Jadi, masyarakat jangan takut,” jelasnya.
Ditambahkan, jika tiba waktunya masyarakat Kudus divaksinasi, pihaknya meminta masyarakat Kudus agar tak terlena. Dengan tetap menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.
“Jangan pernah terlena. Meski nantinya sudah divaksin, masyarakat harus tetap terapkan 3M,” ucapnya.
Penulis: Kontributor Kab Kudus
Editor: Di, Diskominfo Jateng



