UMAT KRISTIANI RAYAKAN NATAL BERSAMA

16 January 2018
yandip prov jateng

CILACAP-Umat Kristiani Kabupaten Cilacap, mengikuti perayanaan Natal Bersama TNI, Polri, PNS, dan Badan kerjasama Gereja-gereja, di Patra Graha, Senin (15/01) malam.

Perayaan tersebut dihadiri, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman, Forkompimda Kabupaten Cilacap, umat Kristiani kota Cilacap, Ketua Pengadilan Negeri Cilacap, Ketua Pengadilan Agama Cilacap, Ketua MUI Kabupaten Cilacap, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Cilacap, Ketua dan Pengurus Badan Kerjasama Gereja – Gereja Kabupaten Cilacap, Para Pendeta, Para Romo, Majelis Gereja dan Dewan Paroki dan undangan lain.

Menurut Ketua panitia, natal bersama ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama jemaat gereja-gereja di Cilacap,  menjalin kerukunan dan keakraban antar umat beragama tanpa membedakan suku, ras dan golongan,  sebagai perwujudan sikap umat kristiani di Kabupaten Cilacap. Sekaligus untuk berbakti dan berkembang di tengah – tengah kehidupan bangsa dan negara yg majemuk dan berperan serta dalam mewujudkan pembangunan kehidupan beragama di Kabupaten Cilacap khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Perayaan natal tahun 2017 mengambil tema “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah  dalam hatimu,  karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh, dan bersyukurlah.”

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rahman dalam kesempatan tesebut menyampaikan, sebuah cerita tentang Christmas Truce 1914, yang terjadi ditengah perang dunia pertama.

Dikatakan, cerita ini bukan sekedar cerita karena kisah ini sungguh-sungguh pernah terjadi, sebuah peristiwa yang pernah menggetarkan seluruh dunia. Bukan karena daya hancurnya, bukan pula karena daya rusaknya. Tetapi sebaliknya sebuah peristiwa dengan kemampuan luar biasa, yang mampu mengeratkan keretakan, menghangatkan hati yang nyaris membeku dan tentu mengharukan serta menginspirasi untuk kita yang tidak hidup pada zaman itu.

Wabup menceritakan, pada tanggal 24 Desember 1914. Ditengah perang dunia pertama yang berkecamuk dan telah berlangsung selama lebih dari empat bulan, terjadi peristiwa luar biasa antara pasukan Jerman dan pasukan Inggris bersama sekutunya Perancis dan Belgia.

Saat itu, kedua kubu, masing-masing, sudah terbiasa untuk bersiaga dengan senapan mesin dan persenjataan lengkap lainnya, di parit-parit pertahanan masing-masing. Tentu saja tidak lain tujuannya adalah untuk saling mematikan, mereka menyiapkan diri untuk menggunakan semaksimal mungkin senjata ditangan mereka, untuk meregang nyawa musuh atas nama satu kata, perang. Secara mengejutkan menghentikan tembak-menembak.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa saat itu, dipagi hari ketika matahari mulai menampakkan dirinya, seorangJerry, sebutan tentara Inggris untuk tentara Jerman, melongok keluar dari parit pertahanannya. Ajaib, tidak ada tembakan. Pasukan Inggris menahan tembakannya, pasukan Jerman pun demikian. Pasukan Jerman tersebut melambaikan tangan dan mengucapkan : Selamat Natal. Diikuti oleh beberapa pasukan Jerman lainnya.

Beberapa pasukan Inggris pun kemudian lakukan hal yang sama, keluar dari parit pertahanan dan melambaikan tangan serta mengucapkan : Selamat Natal. Tidak ada nyawa yang melayang pada hari itu, atau bahkan tidak ada peluru yang sengaja dilesatkan dari magasinnya dan ditujukan untuk membunuh. Sungguh sesuatu yang menggetarkan. Natal telah menjadikan dua kubu seteru bertemu hangat, bersalaman, berpelukan dalam satu keluarga besar kemanusiaan, ujar Wabup. (hromly)

Skip to content