Kabupaten Jepara – Petugas gabungan TNI/Polri dan instansi terkait, unjuk kekuatan pengamanan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Hal ini sebagaimana dilaksanakan dalam simulasi pengamanan kota (Sispamkota), pada Rabu (6/3), di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl. Yos Sudarso Jepara.
Kegiatan simulasi dipimpin Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, dan dihadiri Dandim 0719 Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat, Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda), Komisioner KPU Jepara, dan Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Jepara.
Dalam simulasi tersebut, terlihat ratusan pendukung tidak terima dengan hasil perolehan suara. Mereka mendatangai kantor KPU. Tidak terima dengan hasil putusan, mereka memprovokasi massa, hingga terjadinya kerusuhan. Ditambah lagi, massa dari kubu yang lain pun tersulut. Bentrokan tak terhindarkan. Sebanyak 500 personil gabungan TNI/Polri pun diturunkan untuk meredam kerusuhan. Selain tim penghalau, aparat juga terpaksa memakai tembakan gas airmata dan water cannon.
Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman mengatakan, kegiatan sispamkota, merupakan antisipasi jika terjadi permasalahan di wilayah, terutama menyangkut kasus pengamanan pemilu. “Aparat TNI/Polri siap mengamankan jalannya piplres dan pileg yang tenang sejuk aman dan damai di Kabupaten Jepara,”kata dia.
Dikatakan kapolres, simulasi ini untuk mengingatkan kembali kemampuan, dan konsep pengamanan pemilu 2019. “Kami harap pesta demokrasi berjalan aman, tertib, dan sejuk, sehingga sekenario terburuk, tidak terjadi di Kota Ukir, katanya.
Untuk pengamanan, disiapkan sedikitnya 850 personil TNI/Polri dan dibantu sekitar 6000 petugas Linmas dan Satpol PP, yang tersebat di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dengan dilakukan simulasi tersebut, maka pihaknya dan instasi terkait, dapat mengerti dan bisa menyiapkan langkah-langkah antisipasi terkait pengamanan pada setiap tahapan pemilu. “Setiap tahapan dilakukan simulasi, maka kami bisa menginventarisir setiap kemungkinan yang dapat mengganggu pada setiap tahapan tersebut,” katanya.
Dandim 0719 Jepara letkol Czi fachrudi Hidayat mengatakan, satu gangguan atau peristiwa yang terjadi, melibatkan banyak keamanan. Untuk itu, ia berharap, tidak akan terjadi konflik, yang berbuntut pada tindakan anarki di Kabupaten Jepara. “Keamanan ini sangat mahal harganya, untuk itu, harus tetap kita jaga,” kata dia
