REMBANG – Sebanyak tujuh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Rembang siap beroperasi, setelah menyelesaikan persiapan administrasi, infrastruktur pergudangan, dan gerai. Ketujuh koperasi tersebut berasal dari Desa Pedak (Kecamatan Sulang), Menoro (Sedan), Pohoandak (Pancur), Punjulharjo, Sumberjo, dan Mondoteko (Rembang), serta Trahan (Sluke).
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mahfudz menjelaskan, secara administrasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berbadan hukum di 294 desa telah mencapai 100 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 167 desa atau 56,8 persen sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Proses NIB ini terus bergerak,” kata Mahfudz, saat ditemui di kantornya, Senin (11/8/2025).
Selain itu, lanjutnya, 209 desa atau sekitar 71,9 persen koperasi telah memiliki NPWP. Untuk pembuatan rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, seluruhnya telah selesai 100 persen.
“Ini rekening koperasinya ada di Bank Jateng,” imbuhnya.
Mahfudz menambahkan, tujuh Koperasi Merah Putih yang siap beroperasi telah memiliki infrastruktur pendukung, baik pergudangan maupun gerai. Saat ini, tinggal menunggu waktu untuk memulai kegiatan dan menjalin kemitraan dengan BUMN atau BUMD, setelah kegiatan kontak bisnis yang baru digelar.
“Jadi kami sangat berharap tindak lanjutnya nanti (kemitraan) bisa dilaksanakan,” ucapnya.
Terkait sumber pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, imbuhnya, berasal dari penyertaan modal BUMDes. Tercatat 284 koperasi telah menerima penyertaan modal sebesar Rp15 juta per koperasi, kecuali kelurahan.
“Kemudian untuk simpanan pokok anggota, simpanan wajib anggota, simpanan sukarela, dan hibah atau sumber lain yang sah, nanti dari pinjaman Bank Himbara, yang sudah disampaikan platformnya sampai dengan Rp3 miliar,” pungkasnya.
Penulis: Mifta Kominfo Rembang
Editor: Di, Diskominfo Jateng
