
PURBALINGGA- TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler 101 Purbalingga yang dipusatkan di desa Karangjambu, kecamatan Karangjambu resmi ditutup, Kamis (3/5) di lapangan desa Karangjambu. TMMD yang dimulai pada 4 April lalu tersebut ditutup oleh Pangdam IV Diponegoro Mayor Jendral TNI Wuryanto.
Dalam sambutannya, Wuryanto mengatakan bangga sudah hadir di tanah kelahiran pendiri TNI yaitu Jendral Besar Soedirman. Dirinya mengaku takjub dengan keramahan serta semangat gotong royong warga Purbalingga khususnya warga Karangjambu.
“Tanpa bantuan dan sengkuyung dari warga Karangjambu, kegiatan TMMD tidak akan selesai tepat waktu. Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak terlebih untuk Pemkab Purbalingga yang telah memberikan banyak dukungan,” kata Wuryanto.
Wuryanto melanjutkan pidato mewakili Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) selaku komandan TMMD seluruh Indonesia dengan berpesan agar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. KSAD menekankan tahun politik harus dijadikan sebagai momentum memilih pemimpin dengan santun bijak.
“Tahun politik jangan dijadikan sebagai ajang saling cela antar anak bangsa. Politik identitas yang semakin kental melanda negeri ini harus segera diredakan karena Indonesia adalah negara majemuk yang menjunjung persatuan,” imbuhnya.
Dalam acara itu Pangdam juga meresmikan jalan makadam sepanjang 1.975 m bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Purbalingga yang kali ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Purbalingga, Wahyu Kontardi. TMMD yang berlangsung selama sebulan itu berkegiatan fisik dan non fisik.
“Saya sampaikan apresiasi tinggi untuk para prajurit TNI dan Polri yang bekerja siang malam tanpa kenal lelah. Jangan lupakan Karangjambu karena warga disini sudah menjadi keluarga kalian,” tuturnya Wuryanto.
Letkol Inf. Andi Bagus Dian Arika, Dandim 0702 Purbalingga selaku komandan Satgas TMMD Purbalingga melaporkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam laporannya, Andi menjelaskan beberapa program fisik yang telah dilaksanakan yaitu pembangunan jalan makadam, pembangunan gorong-gorong dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak empat unit rumah. Adapun program non fisik di antaranya penyuluhan penguatan ideologi kepada siswa sekolah dan warga, penyuluhan kesehatan, kegiatan pengajian dan sosialisasi keselamatan berkendara.
“Purbalingga termasuk 50 daerah seluruh Indonesia yang melaksanakan TMMD. Mudah-mudahan apa yang sudah kami perbuat bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat,” tandasnya.
TMMD reguler 101 dilaksanakan di 50 daerah seluruh Indonesia dengan anggaran sebesar Rp 86 miliar dan rencananya TMMD reguler 102 akan dilaksanakan Juni mendatang. (PI-8).
Ket foto: Penutupan TMMD di Karangjambu Purbalingga.
