Tingkatkan Pemberdayaan Ponpes, Pemkab Lakukan Workshop

11 April 2019
yandip prov jateng
Tingkatkan Pemberdayaan Ponpes, Pemkab Lakukan Workshop

PURBALINGGA – Ponpes (Pondok Pesantren) di Purbalingga yang berjumlah 75 diharapkan berdaya dan mandiri secara ekonomi. Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat memberikan sambutan workshop pemberdayaan Ponpes, Rabu (10/4) di Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

Tiwi mengatakan, Ponpes dewasa ini identik dengan pembentukan karakter yang hanya mempelajari ilmu agama. Paradigma tersebut harus diubah dengan suatu stimulus ekonomi agar semua yang terlibat dalam Ponpes (pengasuh dan santri) lebih mandiri sehingga mereka bisa menghidupi Ponpes dan dirinya sendiri. “Kami ingin Ponpes di Purbalingga bisa berdaya secara ekonomi agar tak hanya mandiri tapi juga menciptakan lapangan kerja untuk sekitar,” kata Tiwi.

Stimulus yang diberikan Pemkab berupa alat konveksi, alat pertanian, perikanan dan tata boga dimaksudkan agar Ponpes di Purbalingga mempunyai jiwa entrepreneurship yang siap bersaing di dunia pasar usaha. Dia mengharapkan agar setiap orang mengubah pola pikir untuk tidak hanya mengandalkan pemberi pekerjaan tapi juga menciptakan lapangan sendiri. “Kita jangan hanya mengharapkan kepada pemberi kerja akan tetapi harus mampu membuka lapangan kerja sehingga masyarakat akan lebih berdaya,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, penyelenggara (Dinkop UMK Purbalingga) menghadirkan pemateri dari Bank Indonesia kantor perwakilan Purwokerto dan pengasuh Ponpes Rubat Mbalong Al-Firdaus Cilacap. Pemateri pertama Lumkan Hakim, Deputi I BI Purwokerto menyatakan, BI Purwokerto siap mendukung Ponpes untuk mandiri secara ekonomi. BI telah berkontribusi atas stimulus kemandirian ekonomi di beberapa Ponpes salah satunya di Ponpes Rubat Mbalong Al-Firdaus Cilacap. “Kami siap membantu Ponpes di Purbalingga untuk mandiri dan berwira usaha. Kami akan melakukan pendampingan baik dalam modal maupun pelatihan ketrampilan serta pengawasan yang semoga akan memberikan manfaat untuk warga Ponpes di Purbalingga,” ujar Lukman.

Bukan isapan jempol, BI telah berkontribusi di Ponpes Rubat Mbalong Al Firdaus yang telah mandiri secara ekonomi. Pengasuh Ponpes Rubat Mbalong Al Firdaus, Muhammad Ahmad Hasan Mas’ud menyampaikan secara gambling bagaimana Ponpesnya bisa maju secara ekonomi. Dia menegaskan santri yang belajar disana dibebaskan memilih suatu bidang vocational yang mereka sukai. “Saya tidak memaksa santri saya menghapal jurumiyah atau kitab-kitab lain. Kalau mereka hanya mampu menghapal juz ‘amma ya monggo tapi di siang harinya harus punya skill vocational yang harus mereka kembangkan,” kata lelaki yang akrab disapa Hasan itu.

Ponpes milik Hasan mampu mengembangkan beberapa bidang seperti budidaya jamur tiram, pupuk organik, pupuk kendang, perikanan dan pertanian. Tak main-main, usaha Ponpes tersebut mempunyai jejaring yang luas sehingga tidak kesulitan untuk memasarkan produk-produknya. “Kami mengadopsi filosofi yang dimiliki Prof.Rhenald Khasali kalau usaha haruslah punya jejaring luas sehingga tidak mentok usahanya,” pungkasnya.

Skip to content