Stok Bahan Pangan Boyolali Aman

15 May 2020
yandip prov jateng

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali memastikan ketersediaan bahan pangan masih aman. Beberapa komoditas seperti beras, cabai, bawang putih, daging sapi maupun ayam, telur, minyak goreng dan gula pasir dalam kondisi aman dan terkendali.

Hal tersebut dijelaskan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda  Kabupaten Boyolali, Widodo. Menurutnya, beberapa produk pertanian dan peternakan mengalami penurunan harga karena tidak terserap oleh pasar menyusul penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada suatu wilayah.

“Terjadi penumpukan produksi di hulu yang dapat berimbas pada anjloknya harga pangan. Komoditas yang terdampak antara lain cabai merah, cabai rawit, daging ayam dan telur yang mengalami penurunan harga,” ungkap Widodo saat ditemui di kantornya, Jumat (15/5/2020).

Ditambahkannya, ada tiga komoditi yang mengalami defisit yaitu bawang putih, minyak goreng dan gula pasir. Namun, bahan pangan tersebut bukan merupakan hasil produk lokal wilayah Boyolali.

“Sehingga ketersediaan barang diperoleh dari para distributor atau pedagang yang mengambil pasokan dari luar Kabupaten Boyolali atau dari sales yang mendatangi pedagang,” jelasnya.

Dari data yang diperoleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Boyolali, Kota Susu memiliki ketersediaan beras 128.052 ton dengan harga Rp12.000/kg, ketersediaan cabai merah 1.137 ton dengan harga Rp15.000/kg, ketersediaan cabai rawit 11.806 ton dengan harga Rp17.000/kg, dan bawang merah tersedia 12.894 ton dengan harga Rp50.000/kg.

 Sedangkan bawang putih tersedia 108 ton dengan harga Rp27.000/kg, daging sapi tersedia 7.074 ton dengan harga Rp130.000/kg, serta daging ayam tersedia 9.525 ton dengan harga Rp30.000/kg.

“Masyarakat dapat melakukan pemantauan harga melalui website komodita.boyolali.go.id dan pangan.boyolali.go.id,” ujarnya.

Widodo menambahkan, Pemkab Boyolali juga telah bekerjasama dengan TNI dan Polri dengan menyiapkan pos pengamanan selama bulan ramadan di empat titik lokasi. Keempatnya yakni di Pasar Ampel, bekas terminal lama Boyolali, Exit Tol Kragilan dan Pertigaan Bangak.

“Bagi masyarakat Boyolali yang akan melaksanakan perjalanan lokal di dalam wilayah Kabupaten Boyolali masih diperbolehkan sepanjang perjalanan tersebut penting atau darurat, dengan ketentuan tetap mematuhi protokoler kesehatan dan selalu memakai masker,” katanya.

Pihaknya selalu menghimbau masyarakat untuk menaati aturan Pemerintah, tetap di rumah dan jangan bepergian bila tidak penting atau darurat. Berbelanja sewajarnya sesuai kebutuhan dan jangan menimbun barang kebutuhan pokok.

Penulis : Kontributor Kabupaten Boyolali

Editor : WH/Diskominfo Jtg

Skip to content