KLATEN – Peningkatan status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada membuat Pemerintah Kabupaten Klaten melakukan persiapan. Bupati Klaten, Sri Mulyani berencana segera mengumpulkan sejumlah pihak untuk menggelar rapat lintas sektoral antara pemerintah, relawan dan masyarakat.
“Saya minta masyarakat tetap tenang, terutama yang tinggal di lereng Merapi. Tidak usah panik meskipun ini ada peningkatan status. Kita selalu memantau perkembangan selanjutnya melalui BPPTKG secara aktif,” ujar Sri Mulyani, Selasa (23/05/2018).
Guna mengetahui persiapan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang tidak diinginkan, Mulyani akan menggelar rapat koordinasi pada Rabu (23/05) pagi. Melalui rapat itu pihaknya ingin mengetahui kondisi jalur evakuasi, shelter pengungsian, dan kesiapan masyarakat yang tinggal di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.
Tidak hanya itu, Mulyani menambahkan pihaknya juga sudah menyiapkan Dana Siap Pakai (DSP) penanggulangan bencana senilai Rp 500 juta untuk antisipasi peningkatan status kembali. Menurutnya, DSP bisa dicairkan sewaktu-waktu apabila status Gunung Merapi naik setingkat dari waspada menjadi siaga.
“Dana sudah siap cair jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan status. Namun kami berharap semoga itu tidak terjadi. Maka saya minta doanya kepada seluruh masyarakat agar Merapi tetap aman. Dan semua bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” harapnya.
Sementara itu, Camat Kemalang, Kusdiyono mengungkapkan, ada tiga desa di wilayahnya yang masuk titik KRB III meliputi Desa Sidorejo, Balerante dan Tegalmulyo. Meski sampai saat ini semua masyarakat masih bisa melakukan aktifitas sehari-hari, namun ia meminta agar semua tidak masuk ke lokasi radius tiga kilometer.
“Kalau tempat permukiman rata-rata masih radius 5-7 kilometer. Namun yang dikhawatirkan jika masyarakat naik ke zona terlarang untuk mencari rumput pakan ternak. Maka saya minta kepada warga, selama status Merapi masih waspada jangan ada yang naik dulu,” pungkas dia.