
PURBALINGGA – Program Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga yang menargetkan akan merehab 4000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2017, ditangkap dengan cerdas oleh SMA Negeri 2 Purbalingga. SMAN2 Purbalingga menyerahkan bantuan rehab RTLH kepada 2 orang siswanya yaitu Ilham Mirdad, siswa kelas XII IPS 5 putra dari Ivan Rudiyanto yang beralamat di RT. 01/06 Desa Penaruban Kecamatan Kaligondang.
Untuk bantuan kedua diberikan kepada Utami Kalisuci, siswa kelas XII IPA 4 putri (alm) Kuncoro yang beralamat di RT. 01/03 Kelurahan Bojong Kecamatan Purbalingga. Selain bantuan dana masing-masing Rp. 10 juta untuk rehab rumah, keduanya juga menerima bingkisan dari Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KBP3A) Kab. Purbalingga.
Bantuan diberikan secara simbolis oleh Kepala SMAN 2 Purbalingga, Joko Mulyanto kepada masing-masing penerima dan disaksikan Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH. MM yang hadir didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Selasa pagi (29/08). Menurut Joko, dana rehab ini murni diperoleh dari swadaya guru dan para siswa SMAN2 Purbalingga sehingga terkumpul Rp. 20 juta.
“Sebelumnya kami bentuk tim survey mencari siswa kami yang berhak menerima, dan yang lebih menggembirakan lagi, langkah kami disambut antusias warga sekitarnya yang sukarela membantu baik bantuan tenaga maupun bantuan lainnya,” kata Joko.
Sementara itu Bupati Tasdi, mengapresiasi sengkuyung SMAN 2 Purbalingga pada program-program pemerintah. Bupati menyampaikan, langkah ini membuktikan bahwa dunia pendidikan, khususnya warga SMAN 2 Purbalingga cerdas dan mempunyai responsibility yang tinggi membantu siswanya yang tinggal di rumah yang kurang layak sehingga diharapkan siswanya akan lebih bersemangat dalam belajarnya.
“Sekolah tidak hanya mendidik siswanya menjadi cerdas, namun perlu pembelajaran karakter yang salah satunya adalah menghormati sesama, dan membantu yang kurang mampu. Tidak hanya pintar secara intelektual, namun juga harus pintar sosialnya,” kata Bupati Tasdi.
Menurutnya, pintar sosial berarti harus paham bahwa hidup ini tidak bisa hanya sendirian, sekalipun hebat, itu adalah karena dukungan orang lain. Maka apabila lebih mampu, harus bisa membantu orang lain dengan harapan sukses tidak hanya di dunia, namun sukses di akhiratnya. (PI-4/ PI-5)
