Karanganyar, Infopublik – Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengajak seluruh kepala desa dan Kelurahaan untuk komitmen mengatasi sampah selesai di desa masing-masing. Pasalnya volume sampah setiap hari di Kabupaten Karanganyar mencapai 160 ton. Sementara jika tidak ditangani secara serius maka akan menjadi persoalaan dikemudian hari. “Hari ini kita kumpulkan seluruh kepala desa untuk sama sama berkomitmen menangani sampah di desa masing-masing secara maksimal. Spirit gotong royong mengatasi sampah. Akan ada tim pendamping (team dari Kabupaten) yang terjun ke desa, bagaimana mengatasi masalah di desa tersebut,” papar Juliyatmono di depan 177 Kades dan Kelurahaan pada saat pencananganan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Ruang DPRD Karanganyar, Kamis (04/04).
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat; Terdiri dari 5 pilar yakni stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan air limbah rumah tangga. Khusus masalah sampah, Juliyatmono megatakan komitmen mengatasi sampah bersama ini menjadi penting karena spirit gotong royong menata dan mengelola sampah dengan baik. Tujuannya mengatasi sampah tuntas di desa masing-masing. Tentu pendekatan antara desa satu dengan lain tentu berbeda. Misalnya, ada desa yang volume sampahnya kecil dengan mengubur sampah organik di rumah masing-masing. Sedangkan yang an organik bisa ditata dam dikelola baik. “Masing-masing desa apa yang menjadi kebutuhan untuk mengatasi sampah. Pelan tapi pasti ke depan akan ada tenhologi sederhana untuk menyelesaikan masalah,” imbuh Juliyatmono.
Jika sudah terdata dengan baik persoalaan di masing-masing desa, Kabupaten akan membantu sarana dan prasarana agar bermanfaat. Misalnya butuh bangunan untuk mendaur ulang sampah, tentu akan dibantu. Kemudian, didesa itu menempatkan satu atau dua orang untuk mengelola sampah. Yang an organik bisa didaur ulang dan tentu akan menambah kesejahteraan . “Kita komitmen tahun ini bisa selesai mengatasi sampah di masing-masing desa. Rencana nanti TPA Sukosari di Jumantono bisa dijadikan taman atau kebun karena volume sampah yang berkurang. (mckaranganyar/hery)
