SATPOL PP RAZIA BELASAN PELAJAR BOLOS

16 January 2019
yandip prov jateng

SOLO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surakarta menjari 12 pelajar SMA yang membolus. Mereka diamankan dan langsung dibina di Kantor Satpol PP setempat bersama dengan mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).”Adanya program Satpol Peduli Pendidikan yang telah brejalan 2018 lalu, operasi pelajar bolos kami lakukan kembali di tahun ini. Operasi telah kami lakukan tiga kali dalam setengah bulan ini. Hal itu kami lakukan karena perkembangan remaja di dunia pendidikan tidak hanya guru yang harus terjun, namun Satpol PP juga harus membantu,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Surakarta, Mardiono  Joko, Selasa (15/1).

Operasi digelar sejak pukul 10.00 WIB dan dilakukan di beberapa lokasi antara lain Jalan Jaya Wijaya, Mojosongo, Jebres, Kawasan Manahan, dan sekitar Alun-alun Kidul. Rata-rata pelajar bolos tersebut terjaring saat berada di warnet dan tempat kuliner. Alasan pelajar-pelajar tersebut membolos salah satunya karena terlambat masuk sekolah. Padahal setengah jam setelah pintu gerbang tertutup, beberapa sekolah masih memberi kesempatan siswa untuk masuk dan mengikuti pelajaran, namun harus menerima konsekuensi terlebih dahulu.

Joko menerangkan bahwa peran orang tua juga menjadi faktor penentu anak agar sadar pentingnya sekolah. Pihaknya mengaku beberapa orang tua mendatanginya dan mengeluh karena sudah tak sanggup mendidik anak mereka.”Hal ini juga menjadi dilema, anak terlalu bandel sehingga orang tua tak sanggup mendidik. Padahal orang tua merupakan hal utama dalam tumbuh kembang anak. Kami tak menyalahkan siapapun, namun adanya program yang kami cetuskan ini menjadi salah satu kehadiran Pemkot peduli terhadap keberlangsungan warga di dunia pendidikan anak,” ujar Joko.

Skip to content