Sasar Warga Desa, OJK Ingatkan Risiko Penipuan Keuangan

15 October 2026
Yandip Prov Jateng (1)
Sasar Warga Desa, OJK Ingatkan Risiko Penipuan Keuangan

BANJARNEGARA – Masyarakat Banjarnegara didorong untuk selalu memastikan legalitas penyedia jasa, sebelum mengambil keputusan terkait transaksi produk keuangan.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, pada pembukaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 wilayah eks Karesidenan Banyumas di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, baru-baru ini. Ia juga menimbau masyarakat untuk menilai kewajaran keuntungan yang ditawarkan lewat berbagai media.

“Jangan mudah tergiur dengan tautan hadiah atau pesan singkat mencurigakan,” ujar Dinavia.

Menurutnya, masyarakat harus menerapkan prinsip legal dan logis sebelum memanfaatkan produk keuangan apa pun. Terlebih, saat ini marak berbagai
modus penipuan digital atau scam, tawaran pinjaman online ilegal, judi online, investasi bodong, serta jebakan buy now pay later akibat perilaku FOMO atau takut ketinggalan tren.

Pihaknya pun akan terus memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat.

Dikatakan, target inklusi keuangan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dipatok mencapai 98 persen pada tahun 2045. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) bersama BPS, indeks inklusi keuangan telah mencatatkan angka yang sangat baik yakni 93,61 persen, yang berarti sebagian besar masyarakat telah mengakses produk dan layanan jasa keuangan.

“Harapannya dengan inklusi itu literasi keuangan tidak hanya merambah perkotaan tapi juga pedesaan bahkan daerah yang terluar,” katanya

Kendati demikian, tantangan utama saat ini adalah masih adanya gap atau kesenjangan, dengan indeks literasi keuangan sebesar 69,57 persen.

“Dari 100 orang, baru sekitar 69 orang yang benar-benar paham. Ini menjadi PR kita bersama agar masyarakat yang sudah terinklusi juga memiliki pemahaman yang baik terhadap produk keuangan yang mereka gunakan, sehingga terhindar dari risiko penipuan,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, berharap kegiatan BIK dapat memperluas pemahaman keuangan bagi seluruh elemen masyarakat di wilayahnya, seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan digitalisasi.

“Pemkab Banjarnegara berharap literasi keuangan pelajar, ASN, dan masyarakat luas dapat semakin meningkat, di tengah pesatnya digitalisasi,” katanya.

Rangkaian BIK 2026 di wilayah kerja OJK Purwokerto juga dijadwalkan mencakup kegiatan Financial Expo, di Rita Supermall Purwokerto, pada 24 Oktober 2026.

Penulis: Tim Kominfo Banjarnegara
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng

Skip to content