
CILACAP- Sudah saatnya satri harus bangkit dan menjadi garda terdepan dalam pembangunan di Republik Indonesia, khususnya Cilacap. Karena santri merupakan bagian terbesar dari bangsa ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji ketika menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Santri Nasional di alun-alun Cilacap, Minggu (22/10) kemarin.
Ribuan keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Cilacap menggelar upacara sebagai puncak acara peringtan hari satri nasional. Upacara peringatan hari santri nasional ini juga digelar di masing-masing kecamatan.
Lebih lanjut Bupati mengungkapkan, peringatan hari santri ini, merupakan bukti pengakuan dari pemerintah kepada para santri yang sudah ikut serta dalam kemerdekaan RI. Oleh karena itu, di era Indonesia merdeka ini, para santri harus ikut mengisi kemerdekaan, bersama-sama dengan seluruh masyarakat Cilacap.
Dengan kebijakan Bangga Mbangun Desa, Bupati mengajak para santri banyak berada di desa, untuk membangun dimulai dari desa. Kalau kita ingin maju, maka bangunlah desa, ujar Bupati.
Ketua Panitia Hari Santri Nasional Kabupaten Cilacap, Taufik Hidayatulloh mengatakan selain upacara bendera, terdapat sejumlah kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HSN ini. Diantaranya pada Sabtu (21/10) kemarin digelar kegiatan Subuh berjamaah oleh warga NU yang dilanjutkan amaliah badriyah, ceramah kebangsaan oleh Ketua PCNU Cilacap Maslakhudin.
“Dilanjutkan semaan Al Quran, yang dibacakan oleh 40 hafiz hafizoh yang merupakan para santri di lingkungan pesatren yang ada di eks kotip, Kecamatan Jeruklegi dan Kesugihan,” ujarnya yang juga sebagai Ketua FKUB Kabupaten Cilacap ini.
Selanjutnya pada Sabtu malam, usai Salat isya, dibacakan Salawat Nariyah dengan jumlah 1 miliar, yang dibacakan di masjid dan musala NU se-Kabupaten Cilacap. Masing-masing membaca sholawat sebanyak 4444 kali.
“Pada hari minggu ada dua agenda hari santri, yaitu upacara bendera peringatan hari santri nasional, dihadiri sekitar 10 ribu peserta upacara, dan usai upacara dilanjut Mujahadah Qubro Asmaul Husna di Masjid Agung,” katanya.
Upacara HSN dihadiri oleh Forkompimda Kabupaten Cilacap, para pimpinan SKPD, Kyai sepuh di kalangan NU, anggota DPR RI Hj Siti Mukaromah, dan pengurus PCNU dan para santri. (hromly)
