PURWOREJO – Pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Purworejo didorong untuk terus meningkatkan kualitas lulusannya, sehingga tercipta sumberdaya manusia (SDM) yang bisa menangkap peluang kerja. Terlebih, dengan sejumlah proyek besar yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Purworejo, yakni pembangunan bandara udara internasional di perbatasan Purworejo Kulonprogo, waduk Bener, dan Badan Otorita Borobudur (BOB) yang melibatkan wilayah Loano dan Bener.
“SMK harus cepat tanggap membuat jurusan yang dibutuhkan bandara, juga waduk Bener yakni orang-orang terampil di bidang pariwisata. SMK merupakan salah satu vokasi sekolah yang dibutuhkan. Sehingga harus dapat memodernkan terutama di era digital ini, agar benar-benar dapat memanfaatkan serba digital,” ujar Bupati Purworejo Agus Bastian, saat koordinasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Purworejo dalam masa pandemi Covid-19, di Hotel Ganesha Purworejo, Selasa (11/8/2020).
Dia menyampaikan, perhotelan-perhotelan sekarang banyak yang mempekerjakan lulusan SMK. Ia berharap, SMK di Purworejo dapat mengambil peluang ini dengan membuka jurusan perhotelan. Demikian juga industri pertanian, sangat perlu dimasukkan ke dalam penjurusan SMK, mengingat sekarang banyak yang tidak tertarik di pertanian. Padahal wilayah Purworejo mayoritas merupakan daerah pertanian.
Bupati mengatakan, terkait aktivitas sekolah pada masa pandemi, perlu disadari bersama anak-anak rentan terpapar Covid-19, terutama yang bersekolah di jenjang TK, SD, dan SMP.
“SMA dan SMK berbeda, mungkin karena mereka dianggap mampu menjaga diri, maka dapat dilakukan tatap muka. Namun demikian, saya harap untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.
Wakil Bupati Yuli Hastuti menambahkan, keberadaan SMK di bawah kewenangan pemerintah provinsi, tidak berarti membuat pemerintah daerah sama sekali tidak terkait. Tetapi pemerintah daerah tetap berkoordinasi dengan SMK untuk menjalin komunikasi dan perkembangan pendidikan tingkat SMA/SMK di Purworejo.
“Rencananya, saya akan meninjau SMK dalam masa pandemi Covid-19, yang melakukan pembelajaran tatap muka terutama dalam mata pelajaran praktik, untuk memastikan sesuai dengan protokol kesehatan,” jelasnya.
Ketua Musyawarah Kepala Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ki Bandung Ngadina menerangkan, kegiatan koordinasi ini diikuti oleh 41 Kepala Sekolah SMK se-Kabupaten Purworejo. Untuk praktik akan dilaksanakan dengan tatap muka sedangkan nonpraktik dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ia mengungkapkan, jumlah murid dalam satu kelas dibagi menjadi dua. Sehingga yang masuk hanya setengahnya untuk dapat menjaga jarak.
“Terlalu lama daring, membuat anak-anak juga jenuh. Pendidikan tidak hanya untuk mengasah kecerdasan otak. Pendidikan karakter dan keterampilan yang hanya didapatkan pada saat pembelajaran tatap muka, juga sangat penting. Hal ini harus seimbang,” ujarnya.
Penulis : ro/Pemkab Purworejo
Editor : dnk/ul Diskominfo Jateng
