SALATIGA – Semangat kebersamaan dan toleransi kembali digaungkan dalam Audiensi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), yang digelar di Ruang Kaloka Setda Kota Salatiga, Kamis (31/7/25).
Acara itu dihadiri Wali Kota Salatiga sebagai bentuk penghargaan atas peran strategis Ormas, dalam menjaga harmoni sosial di kota yang dijuluki “Indonesia Mini”.
Robby menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pegiat Ormas yang hadir. Ia menyebut forum itu bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan ruang penting untuk bertukar gagasan, memperkuat sinergi, dan merawat nilai-nilai kebangsaan.
“Terima kasih kepada Bapak Ibu pegiat Ormas, yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kegiatan ini adalah ruang silaturahmi dan dialog, yang mempertemukan pemerintah dengan para penjaga nilai sosial dan budaya masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan, tema Menjaga Salatiga sebagai Kota Tertoleran untuk Mewujudkan Visi Misi Kota BEDA (Bergerak, Energik, Dinamis, dan Adaptif) Menuju Salatiga Mendunia, sangat relevan dengan pencapaian terbaru Salatiga. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan, sebagai Kota Tertoleran se-Indonesia versi Setara Institute untuk 2024.
Penghargaan itu merupakan yang kali kedelapan secara berturutan, dalam tiga besar nasional.
“Matur nuwun, ini berkat panjenengan semua. Penghargaan ini milik kita bersama,” ucap Robby.
Ia menekankan, penghargaan tersebut bukanlah simbol kosong, melainkan cerminan konkret dari pembangunan, yang menjunjung tinggi inklusivitas, kebijakan tanpa diskriminasi, serta dinamika masyarakat sipil yang sehat. Ditambah lagi, lahirnya Perda Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Toleransi dan Penanganan Konflik Sosial, menjadi bukti komitmen Salatiga menjaga harmoni.
“Salatiga adalah rumah bagi 39 suku bangsa dan enam agama, yang sejak lama hidup berdampingan dengan damai. Tapi ini bukan hadiah, ini hasil kerja keras, saling menghormati, dan kehadiran para tokoh agama serta Ormas yang terus menghidupi semangat kebangsaan,” jelas Robby
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menutup celah bagi eksklusivitas dan intoleransi.
“Jangan beri ruang pada ujaran yang memecah. Mari kita rawat keberagaman ini sebagai warisan luhur, sekaligus fondasi Salatiga yang mendunia,” pungkasnya.
Penulis : Kontributor Salatiga
Editor : Wh/Ul, Diskominfo Jateng
