KEBUMEN – Sebanyak 2.054 orang diterjunkan sebagai petugas pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022. Mereka akan melakukan pendataan di 460 desa yang ada di Kebumen, pada 15 Oktober-14 November 2022.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kebumen, Kus Haryono, mengatakan, Regsosek di Kebumen menyasar 394.542 keluarga yang tersebar di 8.378 rukun tetangga (RT). Regsosek merupakan pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan.
“Jadi mau yang kaya dan yang miskin semua akan didata oleh petugas di lapangan,” ucapnya, di Pendopo Kabumian, Sabtu (15/10/2022).
Ia menambahkan, ratusan petugas Regsosek 2022 tersebut meliputi Petugas Pendataan Lapangan (PPL), Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), dan Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka). Jumlah anggaran yang dialokasikan sebesar Rp12,8 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk perekrutan, pelatihan petugas lapangan, hingga honor petugas.
Menurutnya, program Regsosek 2022 diselenggarakan untuk mendapatkan data rujukan untuk integrasi program, perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan pelayanan publik, dalam rangka mewujudkan Integrasi Program Menuju Satu Data Indonesia.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, mengimbau warganya untuk memberikan jawaban yang jujur kepada petugas Regsosesk 2022.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kebumen untuk sama-sama mendukung program ini. Terimalah petugas dengan baik saat datang ke rumah, dan berikan data yang sebenarnya, data yang jujur, data yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi Panjenengan semua,” kata Bupati Arif.
Bupati juga meminta kepada para petugas Regsosek tahun 2022 untuk bekerja secara jujur dan bertanggung jawab agar mendapatkan data yang valid di lapangan.
“Datanya jangan ditambah-tambahin dan jangan dikurang-kurangin. Mendata sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat, jangan asal conteng, asal tulis,” tambahnya.
Kegiatan Regsosek, lanjutnya, akan menghasilkan data terpadu untuk program perlindungan sosial, juga data sosial ekonomi keluarga yang dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan yang lebih terarah.
Bupati berharap, semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut harus memiliki semangat yang tinggi dan punya komitmen untuk menyukseskan Regsosek 2022.
“Jawaban jujur masyarakat akan sangat berarti untuk mengambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kebumen. Apakah nantinya Kebumen ini masih bisa dikatakan kabupaten termiskin, atau malah sudah ada kemajuan dan perbaikan taraf hidup masyarakatnya,” tambahnya.
Penulis: Tim Diskominfo Kebumen
Editor: Tn, Diskominfo Jateng
