Pusat Belajar Guru Dituntut Cetak Guru Milenial

13 February 2019
yandip prov jateng
KUDUS – Guru milenial adalah guru yang inovatif dan kreatif dalam menghadapi kemajuan teknologi di bidang pendidikan.  Tuntutan era kekinian tersebut dapat diasah melalui Pendidikan dan Seminar Guru Abad 21. Berlangsung di Aula Pusat Belajar Guru, Selasa pagi (12/2), bupati Kudus H.M. Tamzil hadir dan membuka acara yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus.
Guru yang telah belajar di Pusat Belajar Guru diharapkan tak hanya mengajar materi sesuai yang ada di buku. Namun, pendidik juga bisa membangun kreativitas dan inovasi untuk siswa. H.M. Tamzil menekankan guru harus mempunyai gaya mengajar humanis dan khas sehingga selalu ditunggu kehadirannya oleh siswa. “Saya ingin siswa ketika di kelas, kangen diberi ilmu oleh guru-gurunya,” katanya.
H.M. Tamzil juga mengapresiasi adanya Pusat Belajar Guru maupun pelatihan lainnya demi kemajuan pendidikan di Kudus. CSR PT. Djarum sebagai project leader dirasa sangat peduli dengan pendidikan. Apalagi, fasilitas yang dibangun di Pusat Belajar Guru sangat memadai dan berkelas internasional. “Fasilitasnya (jika sudah jadi semuanya) identik dengan yang ada di Australia, Selandia Baru maupun Singapura,” ujarnya.
Kedepan, pihaknya menginginkan agar kegiatan pendidikan dan pelatihan tak hanya untuk guru berstatus Aparatur Sipil Negara saja, namun juga untuk guru swasta. Seiring dengan majunya teknologi, bupati juga berharap bahwa guru di pedesaan dapat menggunakan laptop sebagai media pembelajaran dan akses informasi. “Saya berharap pelatihan ini dapat juga diberikan untuk guru swasta, sehingga nantinya dapat merata dan menyeluruh. Saya memimpikan guru di pedesaan bisa pegang laptop untuk media pembelajaran,” terangnya.
Sementara itu, bupati menegaskan bahwa kabupaten Kudus telah menjadi pusat pendidikan di wilayah Pantura Timur. Pihaknya menceritakan, pada tahun 2003 silam, saat dirinya menjabat sebagai bupati, H.M. Tamzil telah memprediksi bahwa Kudus akan jadi pusat pendidikan. Hingga saat ini, Kudus sudah memiliki 16 sekolah kejuruan dengan jurusan yang unik dan berwawasan internasional.
Sementara itu, Aulia Widji Asih Rekso Admojo, penjamin mutu pendidikan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI bahwa guru dituntut untuk belajar berbagai ilmu. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghadapi siswa yang sekarang semakin kritis dan mudah dalam mengakses informasi melalui internet. “Pengetahuan lain juga harus dieksplor untuk memperkaya ilmu,” ujarnya.
Skip to content