Purbalingga Dorong Sekolah Bebas dari Perundungan Anak

30 July 2025
Yandip Prov Jateng (1)
Purbalingga Dorong Sekolah Bebas dari Perundungan Anak

PURBALINGGA INFO –Sekolah harus bebas dari berbagai praktik perundungan terhadap anak. Segenap pengelola institusi pendidikan didorong untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak.

Hal itu ditekankan Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, pada acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tingkat Kabupaten, di Pendapa Dipokusumo, Selasa (29/7/2025).

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong kebijakan dan program perlindungan anak, mulai dari pencegahan kekerasan terhadap anak, layanan kesehatan dan pendidikan yang inklusif, serta pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak.

“Kami sangat prihatin dan sangat mengutuk keras kejadian bullying yang sempat terjadi di lingkungan sekolah kita di Purbalingga. Saya sangat geram jika lingkungan sekolah gagal melindungi anak dari perundungan. Jangan sampai semangat Hari Anak jadi percuma karena masih ada bullying,” tegasnya.

Wabup Dimas juga mendorong Dinas Pendidikan bersama Forum Anak Purbalingga untuk aktif menyuarakan kampanye anti-bullying hingga ke sekolah-sekolah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara guru, orang tua, komunitas, dan anak-anak sendiri.

“Saya ingin anak-anak di Purbalingga menjadi pelopor terciptanya Zero Bullying, tidak hanya di sini, tetapi juga di seluruh Jawa Tengah,” ujar wabup.

Dimas juga mendorong pelibatan anak secara bermakna dalam pembangunan. Baginya, anak adalah objek sekaligus subjek pembangunan. Mereka harus dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan.

Ia juga berpesan kepada anak-anak agar menjaga masa depan mereka dan memanfaatkan peluang yang ada di era digital saat ini.

“Belajarlah menentukan skala prioritas di tengah pilihan yang tidak terbatas saat ini. Manfaatkan akses informasi dengan bijak. Jangan sampai masa depan kalian dirusak oleh alkohol, narkoba, atau hal negatif lainnya,” pesannya.

Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M Hanif, menjelaskan, peringatan HAN adalah ajakan bersama untuk mengevaluasi komitmen dalam perlindungan anak.

“Jadi maksud dan tujuan dari peringatan Hari Anak Nasional ini yaitu sebagai momentum bagi semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, dan anak itu sendiri, untuk sama-sama berbenah dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan, HAN menjadi wujud penghormatan terhadap hak-hak anak, sekaligus ukuran sejauh mana keseriusan berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai informasi, HAN 2025 diperingati dengan berbagai ragam kegiatan, antara lain pengukuhan Forum Anak Kecamatan oleh Bunda Forum Anak, Lomba futsal, MAPSI dan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Ibtidaiyah Tingkat Kabupaten. Ada pula Siniar Hari Anak bersama Bunda PAUD dan Bunda Literasi, Peluncuran Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Anak Sekolah dan Layanan Perpustakaan Keliling.

Puncak peringatan HAN ke-41 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni anak, seperti pagelaran fesyen, pentas tari tradisional, pertunjukan musik, pembacaan puisi, serta mendongeng bersama Kak Jumbo yang diikuti sekitar 600 siswa taman kanak-kanak se-Purbalingga.

 

Penulisan: Dhs/Kominfo Purbalingga, Tha/Prokompim Purbalingga
Editor: Tn, Diskominfo Jateng

Skip to content