Puncak Peringatan Hari Kartini ke 140 di Rembang berlangsung meriah

22 April 2019
yandip prov jateng
Puncak Peringatan Hari Kartini ke 140 di Rembang berlangsung meriah

Rembang – Puncak Peringatan Hari Kartini ke 140 di Rembang berlangsung meriah, nuansa tradisional kental bernuansa Jawa sangat terlihat.  Suasana tersebut juga terlihat saat Kirab Pataka dan upacara Hari Kartini di Alun- alun Rembang. Wisata tradisi atau sejarah bisa disematkan ke dalam event Kirab Pataka yang dikemas apik dengan lebih “Njawani” dan meriah saat para peserta lomba lampion ikut dalam Kirab potret RA Kartini dan Kata- kata mutiara hingga ke Makam RA Kartini di Bulu.

Prosesi Kirab Pataka sendiri diawali dengan lima penari menari Sang Kartini di depan para Pejabat Seperti Bupati H.Abdul Hafidz, beserta sang Istri Hj. Hasiroh Hafidz, Wakil Bupati H. Bayu Andriyanto beserta Istri Vivit Bayu Andriyanto, dan Forkopimda lainnya beserta istri dengan mengenakan berkap dan kebaya serta wisatawan yang sudah memenuhi pendapa Museum. Ada puluhan wisatawan asing yang juga mengenaakan pakaian adat Kanung dan wisatawan domestik yang menyaksikan Kirab Pataka, termasuk Saka Pariwisata Pramuka utusan se Jawa Tengah . Mereka ingin menyaksikan bagaimana prosesi kirab pataka RA.Kartini tahun ini.

Setelahnya Istri Bupati Hj.Hasiroh Hafidz mengeluarkan Pataka dan menyerahkan ke Bupati H.Abdul Hafidz yang kemudian mengikatnya ke tiang dan menyerahkan ke Duta Wisata yang selanjutnya dikirab oleh OPD, Desa, Pramuka, Polwan, TNI, Osis dan peserta lomba Lampion dari sekolah tingkat SMP, SMA dan Umum. Berbagai bentuk lampion nampak dibawa dan dipikul oleh para peserta. Mereka pun menarik perhatian masyarakat yang memang ingin menyaksikan momen setahun sekali itu.

Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Kartinian termasuk kirab pataka ini tak lain untuk mengenang, menghargai jasa RA Kartini sebagai tokoh yang memperjuangkan kesetaraan hak wanita dengan laki-laki dalam banyak hal, utamanya dalam pendidikan. “Saya berharap kepada masyarakat Rembang, ini momen strategis untuk kemajuan kita. Karena kita diberi motivasi menjadi anak yang mampu menggerakkan kemajuan di semua bidang, “ ungkapnya.

Pagi harinya, Pataka kembali dikirab menuju alun – alun Rembang untuk dimasukkan kembali ke peti oleh Ibu Hj. Hasiroh Hafidz yang selanjutnya dikirab menuju pendapa Museum RA. Kartini kembali untuk disimpan kembali dengan diiring Permadani sebanyak 21 personel dan 40 putri domas dari SMA Kartini.

Setelah Pataka di kirab kembali ke museum, Upacara Peringatan Hari Kartini ke 140 pun dimulai. Para peserta dan petugas upacara dari kaum perempuan, termasuk Inspektur Upacara adalah istri Bupati Rembang, Hj.Hasiroh Hafidz yang mana selama ini Inspektur Upacara adalah Bupati.

Dalam kesempatan itu ada ada 400  siswi SMP yang menarikan tarian orek- orek sebagai tarian asli Rembang. Dan setelah upacara peserta Upacara dan tamu undangan termasuk jajaran Forkopimda bersama istri bersama- sama senam goyang Tubelo.

Hasiroh Hafidz dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tahun 2019 mengambil tema dengan pesona Kartini, kita tingkatkan daya saing pariwisata mewujudkan Rembang Madani. “Diambilnya tema tersebut karena pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Berkontribusi dalam penyediaan lapangan kerja maupun pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda melalui karya-karya anak muda yang kreatif dan inovatif. Serta berperan dalam mengentaskan kemiskinan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan akan mengembangkan industri rumahan. Pasalnya, sebagian besar pekerja industri rumahan merupakan perempuan. Harapannya desa-desa sekitar tempat pariwisata dapat bersinergi dengan sektor pariwisata.

Skip to content