Program Gelisah Resmi Aliri Sawah di Desa Waru dengan Listrik

18 November 2025
Yandip Jateng Prov (3)

REMBANG – Para petani di Desa Waru, Kecamatan Rembang tampak semringah, setelah lahan pertanian mereka resmi teraliri listrik.

Petani di Desa Waru, Wardi mengaku senang dengan adanya jaringan listrik di lahannya, sehingga mempermudah proses memompa air ke lahan pertanian. Karena sebelumnya, dia mengambil listrik dari rumah warga.

“Jadinya lebih efektif, pemasangan pompa ke meteran lebih dekat, tidak terlalu memakan banyak kabel,” ungkap Wardi, saat ditemui usai peresmian program Gerakan Listrik Masuk Sawah (Gelisah) oleh Bupati Rembang, Senin (17/11/2025).

Bupati Rembang, Harno menyampaikan terima kasih kepada PLN, atas dukungan penuh dalam menghadirkan listrik bagi para petani. Dia berharap, desa lain segera menyusul dan merasakan manfaat yang sama dari program Gelisah.

Sebab, menurutnya, program Gelisah sangat dibutuhkan petani, terutama sebagai solusi pengairan sawah. Listrik membantu mengoperasikan pompa air dari sumur tanah dangkal ke lahan pertanian, sehingga proses pengairan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Dengan sistem pengairan melalui pipa yang dipasang ke petak-petak lahan, proses pengairan menjadi jauh lebih cepat. Ini menjadi solusi bagi petani, yang selama ini masih mengandalkan sistem tadah hujan. Listrik ini berguna untuk menyedot air, dan di daerah lain juga ada yang digunakan sebagai penerangan,” ujarnya.

Bupati berharap, program Gelisah mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Rembang.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menjelaskan, pengajuan program tersebut dapat dilakukan secara kolektif oleh kelompok petani, dengan dilengkapi rekomendasi kepala desa dan dinas teknis untuk mempercepat tindak lanjut dari PLN ULP Rembang.

“Program Gelisah sendiri telah diterapkan di sejumlah desa, antara lain Desa Kasreman Kecamatan Rembang dan Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala PLN ULP Rembang, Jati Kuncahyo menerangkan, biaya listrik pada program Gelisah menggunakan tarif industri kecil, sehingga lebih terjangkau bagi petani.

“Biayanya diberlakukan tarif industri kecil yang lebih murah, dibandingkan yang nonsubsidi. Untuk biaya pasang baru, sama seperti pelanggan lain, namun perluasan jaringan, tiang, dan trafo menjadi tanggung jawab PLN,” terangnya.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan berbagai bantuan kepada petani Desa Waru, di antaranya handsprayer elektrik, benih padi, mesin diesel, jalan usaha tani, kambing, serta pembangunan sumur, sebagai dukungan tambahan peningkatan produksi pertanian.

Penulis: Mifta Kominfo Rembang
Editor: Di, Diskominfo Jateng

Skip to content