REMBANG – Pengelola Balai Benih Ikan (BBI) Pamotan diminta terus mengoptimalkan potensinya.
Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz pada musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di pendapa Kecamatan Pamotan, Selasa (22/2/2022). Menurutnya, jika potensi BBI dimaksimalkan, secara tidak langsung dapat mengurangi kemiskinan yang ada di Pamotan.
“Coba BBI itu dievaluasi, BBI itu kontribusinya sejauh mana untuk mengangkat kemiskinan. Setiap tahun mengusulkan, tapi hasilnya harus dievaluasi, kalau memang bisa ditingkatkan, ya ditingkatkan lagi,” ungkap bupati.
Disampaikan, selain meningkatkan potensi BBI, sektor perdagangan juga harus didorong. Pihaknya akan membantu home industri yang ada.
“Program yang kita rancang ini bisa mengarah ke sana semua, untuk menurunkan kemiskinan. Misalkan ada home industri pembuatan rengginang, ya sudah kita harus support dengan peralatan,” bebernya.
Bupati menekankan, usulan program pada 2023 mendatang harus bermuara pada pengurangan kemiskinan. Sehingga, diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang pada 2021 sebesar 70,43 persen, naik dibanding 2020 sebesar 70,02 persen.
Penulis: Mifta, Kominfo Rembang
Editor: Di, Diskominfo Jateng
