Pemuda Diajak Tingkatkan Peran dalam Membangun Bangsa

04 April 2019
yandip prov jateng
Pemuda Diajak Tingkatkan Peran dalam Membangun Bangsa

Kota Pekalongan – Dalam rangka meningkatkan peran pemuda dalam membangun bangsa khususnya saat menjelang pemilu, Organisasi Kepemudaan se-Kota Pekalongan menggelar seminar bertajuk dialog dan narasi pemuda Pekalongan bertemakan Peran Pemuda dalam Pembangun Bangsa yang berlangsung di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Rabu siang (3/4/2019)

Dalam seminar yang diikuti oleh 150 para pemuda Pekalongan tersebut menghadirkan budayawan muda Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab disapa, Noe, vokalis dari Letto Band. Moderator acara yang juga selaku Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pekalongan, Wisnu Wardhana, menyampaikan seminar ini bertujuan untuk mengajak pemuda Pekalongan agar tidak mudah terbawa arus politik.

“Tujuannya agar pemuda di Kota Pekalongan tidak terbawa arus politik karena sekarang politik identitas sangat kental diusung kubu parpol masing-masing. Melalui kegiatan ini pemuda dapat menyadari posisi mereka sehingga tidak terbawa arus politik tersebut. Peran pemuda seharusnya lebih aktif jangan sampai pemuda pasif dalam politik, dan tidak boleh apatis. Pemuda mau tidak mau harus ikut serta dalam pesta demokrasi ini seperti datang ke TPS untuk memberikan suaranya yang akan berpengaruh terhadap kemajuan bangsa,” kata Wisnu.

Diterangkan Wisnu, pemuda di Kota Pekalonngan harus cerdas memilih, dapat meyikapi segala isu-isu yang ada di lingkungannya, serta jangan memilih berdasarkan personalitas. Menurut Wisnu, pemuda harus memilih berdasarkan visi misi program kerja dari pasangan maupun partai politik yang akan maju dalam pemilu. “Harapannya setelah event pemilu, jangka panjangnya bagaimana pemuda menyikapi apa yang didapat, Saring sebelum Sharing. Biasanya kan pemuda ada isu apa ditelan mentah-mentah. Harapannya setelah mereka tau perannya, posisinya, mereka akan menyaring terlebih dahulu apa yang akan disharing (dibagikan),” terang Wisnu.

Sementara itu, Noe Letto yang ditunjuk sebagai narasumber menjelaskan peran anak muda sangat penting dalam pelaksanaan demokrasi. Menurut Noe, di era milenial yang serba digital ini para pemuda harus kritis dalam menerima maupun menyebarluaskan dalam informasi. “Selain silaturahmi, Saya kesini ingin mengajak teman-teman muda punya perspektif secara clear terkait dengan peran demokrasi, peran politik, peran anak muda dalam kegiatan tersebut. Untuk pemuda khususnya sebagai pemilih awal mempunyai tantangan. Mereka dapat mendapat informasi sebegitu banyak dan bagaimana mereka menguras atau menyaring informasi tersebut,” jelas Noe.

Lebih lanjut, Noe menambahkan dalam pesta demokrasi mendatang, berbeda pendapat itu tidak tidak masalah. Para pemilih pun dinilai menentukan pilihan tanpa melihat berdasarkan gagasan dari pasangan yang dipilihnya, dan terjebak pada politik identitas.

“”Saya sebagai anak muda, mengalami kebingunan di ruang publik yang bernama sosial media, perpecahan sangat kelihatan. Maraknya berita hoax permasalahannya sudah sangat kompleksnya yang tidak mudah kita jawab, tapi kita bisa mengurangi efeknya kalau kita bisa menahan informasi tersebut. Kalau belum tentu benar jangan ikut menyebarkan. Harapannya Indonesia bisa semakin melangkah maju tentang kebersihan demokrasi karena demokrasi merupakan sebuah konsep yang saat ini dimana mekanisme perpindahan kekuasaan tanpa terjadi adanya pertumpahan darah, tinggal kita meningkatkan kualitas demokrasi tersebut yang dimulai dari anak pemudanya,” ungkap Noe.

Skip to content