
BANJARNEGARA-Menindaklanjuti pertemuan mengenai teknologi pengolahan sampah Hidrothermal dengan PT. Bio Energi Semesta Jaya beberapa waktu yang lalu, Pemkab Banjarnegara pada Selasa tanggal 20 Februari nanti berencana melakukan kaji banding ke Hidrothermal Technology Treatment Facility di Tangerang, Banten.
Kunjungan yang akan dilakukan ini menurut Wakil Bupati, Syamsudin, harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Karena bila terjadi kesepakatan kerja sama nanti, teknologi hidrothermal diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sampah di Banjarnegara.
“Sesuai instruksi dari Bupati kita membentuk tim dari beberapa OPD untuk kaji banding Hidrothermal ke Tangerang,” kata Wabup saat memimpin pembentukan tim kaji banding di ruang rapatnya, Rabu (14/2).
Kami mempersiapkan beberapa hal pokok yang harus dikaji agar kehadiran kami disana tepat dan mendapat informasi yang lengkap, lanjutnya. Kami juga harus mendapat gambaran secara utuh mengenai semua hal yang berkaitan dengan teknologi hidrothermal dan segala bentuk informasinya, sehingga Bupati memperoleh laporan yang komprehensif.
“Keputusan akhir ada di Bupati, harapannya nanti terjadi kerja sama yang saling menguntungkan antara Pemkab dengan PT. Bio energi Semesta Jaya,” ujar Wabup Syamsudin.
Dari hasil rapat pembentukan, tim kaji banding Pemkab Banjarnegara dikoordinatori oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan akan berangkat bersama beberapa OPD terkait.
Ditambahkan, PT. Bio Energi Semesta Jaya merupakan partner Shinko Holding Coperation Limited dari Jepang, pemilik paten teknologi pengolahan sampah hidrothermal dan bekerja sama dengan Summarecon Tangerang. Teknologi hidrothermal sudah diakui di oleh badan dunia. UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) dan JETRO (Japan External Trade Organization) mengakui teknologi ini dan merekomendasikan negara-negara yang bermasalah dengan sampah untuk menggunakan teknologi ini. [Dhian-Banjarnegara]
Terima kasih.
