PURBALINGGA, INFO- Pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali pada Pemilu serentak 17 April mendatang diajak menghindari hoax dan menjadi pemilih yang cerdas. Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga, Agus Winarno saat membuka sosialisasi Pemilu serentak bagi pemula, Jum’at (29/3) di Pendapa Dipokusumo Purbalingga.
Agus mengatakan, generasi milenial adalah generasi yang kritis dan selalu ingin tahu. Penggunaan gadget oleh generasi milenial juga harus dipergunakan secara positif untuk mengetahui ciri hoax agar mereka tidak terjebak hoax apalagi jelang Pemilu. Agus juga mengimbau kepada 400 anak dari 10 sekolah itu untuk mengetahui visi misi orang yang akan bertarung pada Pemilu.”Generasi milenial yang identic dengan selalu ingin tahu harus tahu mana berita hoax jelang Pemilu dan harus menjadi pemilih yang cerdas dengan mencari tahu visi misi calon yang akan dipilih,” kata Agus.
Agus menambahkan, para pemilih pemula itu juga harus menghindari ujaran kebencian di media social serta harus hati-hati dengan radikalisme. Hal itu dirasa penting karena sekarang banyak orang yang berpaham radikal yang bisa meracuni pikiran para generasi penerus. “Kalian juga harus menghindari ujaran kebencian serta radikalisme yang bisa saja ada orang lain meracuni kalian,” imbuhnya.
Kepala Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Purbalingga,M. Faturohman selaku leading sector acara tersebut menuturkan, tujuan dari diadakannya acara tersebut adalah agar pemilih pemula mengetahui hal seputar pemula. Menurutnya, target partisipasi Pemilu dari pusat yang berkisar di angka 77,5% mengharuskan semua stake holder berperan aktif untuk mensukseskannya.”Mari adik-adik para pemilih pemula untuk berbondong-bondong ke TPS 17 April nanti agar tingkat partisipasi di Purbalingga tinggi,” tutut Faturohman.
Pemateri yang sekaligus Komisioner KPU Purbalingga bid. Hukum dan Pengawasan, Mei Nurlela berujar, partisipasi generasi milenial sangat diperlukan. Dia memflash back Pemilu tahun 2014 kala itu ada Caleg yang kalah hanya karena selisih satu suara. Dari gambaran tersebut dia mengilustrasikan satu suara dari para pemilih juga sangat menentukan nasib daerah maupun negaranya ke depan.”Satu suara kalian sangat berarti. Jangan samapai kalian menyesal karena sebenarnya kalian punya condong pada salah satu calon terus calon itu kalah hanya karena selisish satu suara,” pungkasnya. (KP-4).
