PEMBENTUKAN KARAKTER MENJADI PRIORITAS JENJANG PENDIDIKAN DASAR

  • 03 May
  • dev_yandip prov jateng
  • No Comments

REMBANG-Sesuai dengan misi presiden RI Jokowi Widodo di bidang pendidikan, masa depan Indonsesia sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang memiliki karakter atau budi pekerti yang kuat serta menguasai berbagai bidang ketrampilan hidup, vokasi dan profesi.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz  saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Rembang di Alun-alun Rembang, Selasa(2/5/2017). Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Kementrian Pendidikan dan Kebudayan bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial.

“Dalam tataran konseptual sekarang sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fundasi dan ruh pendidikan nasional. Untuk itu pembentukan karakter harus dimulai dan menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar. Kemudian untuk jenjang pendidikan lebih lanjut harus kondusif bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin.”

Disamping itu memungkinkan peserta didik membekali dirinya dengan keterampilan dan keahlian yang berdaya kompetisi tinggi yang dibutuhkan dunia abad 21. Pasalnya dengan  karakter yang kuat dan kemampuan berdaya saing tinggilah peserta didik masa kini akan sanggup membawa bangsa Indonesia berdiri dengan tegak di antara bangsa-bangsa maju yang lain dimasa yang akan datang.

Sesuai Upacara Bupati memberikan penghargaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan  berprestasi dan berdedikasi di kabupaten Rembang. yakni, Maswah Guru TK negeri 1 Pamotan, Anita herlina setianti Guru SDN Sukorejo Sumber, Siti Nafi’ah Guru SMPN 2 Rembang, Julaikah Kepala TK Aisyiyah Pancur, Sugiati Kepala SDN 2 Wonokerto Sale dan Sukatiningsih Kepala SMPN 2 Sulang.

Seusai penyerahan penghargaan kepada Guru dan Kepala Sekolah, peserta dan tamu undangan disuguhi  aksi Polisi Cilik dan tari kreasi Pathol Sarang yang dimainkan oleh ratusan orang. (kontributor humas rembang)

Berita Terkait