Pembangunan Infrastruktur KITB Dipercepat

09 February 2021
yandip prov jateng

BATANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) RI, akan mempercepat pembangunan infrastruktur, untuk menunjang Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Hal itu disampaikan Menteri PUPR RI Basuki Hadi Mulyono saat meninjau perkembangan infrastruktur, di Kawasan Industri Kabupaten Batang, Minggu (7/2/2021).

“Dari total luas 3.100 hektare, kami akan memprioritaskan fase 1 seluas 450 hektare, supaya mempercepat investasi tahun ini. Kami akan mempercepat pembangunan jalan, dan jaringan listrik. Sedangkan investor, tinggal membangun pabriknya,” ungkapnya.

Dijelaskan, saat ini ada empat investor besar yang akan masuk di kuartal ketiga. Sehingga, tahun 2021 ini, infrastrukturnya ditarget selesai tepat waktu.

“Seperti pembangunan saluran air dengan kecepatan 450 liter per detik. Setelah dibangun bendungan Kedunglanggar, diharapkan mampu mengairi KITB dan masyarakat sekitar,” terangnya.

Basuki juga memastikan, para pekerja tidak perlu khawatir, karena Rumah Susun Pekerja, akan selesai tahun ini.

“Ada 10 tower untuk para pekerja. Jadi semuanya harus disiapkan secara cepat, dan ditargetkan tahun ini selesai,” tegasnya.

Basuki menerangkan, pemerintah tegas melarang impor, untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, seperti aspal, lampu-lampu penerangan jalan, dan lainnya.

Ia menambahkan, untuk membantu perekonomian daerah, Pemkab Batang harus lebih mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja lokal. Sehingga dapat mengurangi beban masyarakat, yang saat ini terdampak pandemi.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan, pembangunan KIT bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Batang.

“Pemanfaatan tenaga kerja lokal, mulai dari mengerjakan pekerjaan-pekerjaan infrastruktur ringan, yang tidak memerlukan alat berat, melainkan tenaga manusia,” ungkapnya.

Diperkirakan, jumlah tenaga kerja yang dapat terserap mencapai 140 ribu orang dalam waktu lima tahun ke depan. Sedangkan terkait investor-investor yang telah terdaftar, menurut bupati hal itu menjadi wewenang BKPM.

“Insya Allah kalau sudah selesai penandatanganan kerja sama akan dipaparkan sejelas-jelasnya,” tegas Wihaji.

Direktur Utama KITB Galih Saksono memperkirakan, pembangunan jalan akan selesai di bulan Juni.

“Tahapan pembangunan yang harus ditempuh yakni jalan, sarana air minum, dan rumah susun untuk pekerja. Untuk jembatan ditargetkan selesai bulan April, khusus untuk mempermudah akses menuju KITB,” tandasnya.

Penulis : Mc Batang Jateng/Heri
Editor : dnk/Diskominfo Jateng

Skip to content