
BATANG – Sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap lingkungan Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, S.IK, Bupati Batang Wihaji, TNI, KPH Pekalongan Timur, Forkopimda serta masyarakat melakukan penanaman pohon di lahan kritis yang mengalami kerusakan. Sebanyak 70.000 bibit pohon telah disiapkan untuk di tanam secara bertahap di beberapa titik rawan longsor di Kabupaten Batang, salah satunya di Dukuh Wonopriyo Desa Gerlang Kecamatan Blado. Kamis (14/12/17).
Dalam acara penanaman pohon tersebut dihadiri oleh Bupati Batang Wihaji, Wakil Bupati Batang Suyono, Kapolres Batang Edi Suranta Sinulingga, Dandim Batang 0736 Letkol Inf. Fajar Ali Nugraha, S.Sos, , ADM KPH Pekalongan Timur, Kepala BLH Batang Joko T, Para Camat dan Muspika, serta Warga Gerlang.
Bupati Batang Wihaji menuturkan, kegiatan tanam pohon ini berawal dari inisiasi kapolres untuk bersama sama melakukan kegiatan penghijauan tanam pohon terutama di derah rawan longsor. Penanaman pohon ini bisa dijadikan sebagai pagar alam yang mengelilingi areal tempat tinggal warga dari bahaya longsor.
Pemerintah mengingingkan masyarakat agar lebih peduli dengan kelestarian alam dilingkunganya. Melestarikan dan menjaga lingkungan merupakan wujud kecintaan kita kepada alam, dengan alam yang baik maka banyak sekali manfaatnya yang kita dapatkan antara lain pertanian menjadi subur, sumber air yang melimpah sehingga tidak terjadi kekeringan saat musim kemarau. Ucap Wihaji
” Saya mempercayai kalo kita baik dengan alam maka alampun akan baik dengan kita, bahasanya seperti itulah”, sambil sedikit tawa wihaji
Keindahan alam didaerah pegunungan juga dapat kita jual kepada masyarakat luar yang mampir ke Batang sehingga perlu kita rawat kita hijaukan untuk menambah keindahannya. Kelak dengan alam yang indah ini serta mengangkat potensi lokal mampu mensukseskan visit Batang Yaer 2022. Tambah Wihaji
Sementara itu Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, S.IK, mengatakan, Kabupaten Batang memiliki alam yang baik dan juga indah ini perlu kita jaga supaya tidak terjadi kerusakan. Penanaman serentak yang di gelar didesa gerlang ini sekaligus juga untuk mengingatkan masyarakat supaya tetap menjaga kondisi alamnya.
” kedatangan kami kemari ingin memotivasi serta mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat alam sehingga tidak menimbulkan bencana alam,” ujar Edi
Dikatakan, terselenggaranya acara tanam pohon ini atas dasar kehawatiran terhadap kerusakan alam yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia dan ini menjadi langhkah antisipasi terhadap bencana alam terutama bahaya longsor. Hal tersebut dilakukan karena lokasi yang seharusnya hutan lindung sekarang sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayuran, terutama lahan pertanian kentang karena kentang dinilai sangat merusak kontur tanah sehingga menjadi rawan longsor.
Kondisi hutan yang baik akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat salah satunya mencegah bencana longsor dan juga bahaya kekeringan. Berkurangnya jumlah pohon dapat mempengaruhi keseimbangan alam sehingga menimbulkan bencana, contohnya yang paling dekat dan terjadi beberapa waktu lalu longsor di wonogiri dan juga pacitan jawa timur. (ant)
