Pemkab Kendal Dorong Penguatan BUMDesa

05 November 2025
Yandip Jateng Prov (3)

KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal terus berkomitmen memberikan pendampingan, pembinaan, dan fasilitasi berkelanjutan, untuk memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Salah satunya, bekerja sama dengan PT Agro Nusantara Tani Milenial.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni menyampaikan, kerja sama ini akan difokuskan pada peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDesa, terutama dalam sektor pertanian dan peternakan.

“Nantinya PT Agro Nusantara Tani Milenial akan memberikan pendampingan dalam pengelolaan BUMDesa yang baik, dengan fokus utama pada sektor pertanian dan peternakan. Salah satu program yang disosialisasikan adalah Gerakan Menanam Antirugi (Gemar), yang memberikan asuransi bagi para petani maupun peternak,” jelas Yanuar, pada sosialisasi strategi BUMDesa dalam mengelola ketahanan pangan desa bekerja sama dengan PT Agro Nusantara Tani Milenial, di Pendapa Tumenggung Bahurekso, Selasa (4/11/2025).

Disampaikan, program Gemar memiliki tiga pilar utama, yaitu asuransi pertanian terpadu, pendampingan expert, dan metode inovatif pertanian 4.0. Melalui asuransi pertanian terpadu, petani mendapatkan perlindungan dari risiko gagal panen akibat hama, penyakit, maupun cuaca ekstrem.

“Pendampingan expert dilakukan oleh tim agronomis berpengalaman dengan teknologi terdepan, sedangkan metode pertanian 4.0 memanfaatkan sistem monitoring real-time dan analitik prediktif, untuk meningkatkan produktivitas,” terangnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, BUMDesa memiliki peran yang sangat penting sebagai pilar ekonomi desa, yang kuat dan mandiri.

“BUMDesa harus menjadi motor penggerak ekonomi yang profesional dan mampu membawa perubahan positif, bagi masyarakat desa di Kabupaten Kendal. Ke depan, kita tidak hanya mengharapkan adanya pendampingan, tetapi juga hasil nyata berupa program yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” ujar bupati.

Ditambahkan, penguatan BUMDesa dalam sektor ketahanan pangan sejalan dengan kebijakan penggunaan 20 persen dana desa, untuk ketahanan pangan. Dengan demikian, desa diharapkan mampu menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Pemkab Kendal optimistis BUMDesa dapat berkembang menjadi pusat ekonomi produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” terangnya.

Penulis: Diskominfo Kendal/Heri
Editor: Di, Diskominfo Jateng

Skip to content