
KAJEN – Transaksi atau omset penjualan pada Pekan Raya Kajen pada tahun 2018, baik pada stand utama di Jalan Mandurorejo maupun stand pendukung di alun-alun mencapai lebih kurang Rp 10 Milyar. Apabila dibandingkan dengan penyelenggaraan Tahun sebelumnya telah mengalami peningkatan sekitar kurang lebih 15 persen. Demikian diungkapkan Kepala Diperindagkop UMKM Ir. HB Riyantini pada penutupan Pekan Raya Kajen, di taman Boulevard rumah dinas jabatan Bupati Pekalongan di Kajen, Jumat (31/8/2018) sore.
Nampak hadir acara tersebut Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, SS.,S.IP, Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Staf Ahli serta para Kepala OPD terkait.
Selain transaksi atau omset penjualan tersebut terjadi juga transaksi yang bersifat pesanan atau orderan.”Adapun animo pengunjung Pekan Raya Kajen tiap hari mencapai rata rata mencapai lebih kurang 8 ribu orang kecuali malam Minggu yang mencapai 10 ribu orang,” tandasnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Karena ada beberapa inovasi dalam penyelengaran Pekan Raya Kajen pada tahun ini.
“Jika pada pelenggaraan tahun sebelumnya masih menampilkan tentang capaian OPD dalam pembangunan, untuk Pekan Raya Kajen ini berbeda dan sudah merambah pemberdayaan UMKM. Karena capaian pembanguan OPD ini dengan perkembangan informasi saat ini yang tersampaikan kepada masyarakat telah terupdate,” ujar Bupati.
Namun demikian, kata Bupati, di tahun-tahun mendatang penyelenggarannya dapat melakukan inovasi baik secara kualitas maupaun kuantitas. Karena inovasi itu adalah hal yang sederhana dan dapat diinisiasi oleh semua pihak untuk pengembangan suatu kegiatan. Inovasi inilah yang bisa membuat aklerasi untuk menuju kesejahteraan masyarakat sebagai antitesa sesuatu yang stagnan.
Invosi Pekan Raya kajen ini bertujuan untuk memwadahi UMKM yang ada diKabupaten Pekalongan yang termasuk tertinggi di Jawa Tengah. “Dengan jumlah UMKM hingga 50 ribu jumlah menjadi modal tersendiri apabila kita mampu memperdayakan, dan menjadi tugas OPD terkait untuk mampu memprosomikan dan menjadi kepanjangan tangan UMKM tersebut,” terang Bupati.
“Tahun depan kita undang pelaku bisnis tidak hanya dalam negeri saja akan tetapi pada tingkat nasional dan luar negeri sehingga nilai transaksi akan naik. Dan tugas kita adalah melakukan inovasi jika stagnan dipastikan akan keintinggalan jaman,” tegasnya.
Dalam penyelenggaraan PRK tahun 2018 ini juga diadakan lomba stand terbaik yaitu stand yg difasilitasi APBD berjumlah 50 stand terdiri dari unsur kluster kerajinan, kluster TPT, kluster perikanan, kluster pertanian, kluster pariwisata, stand OPB atau lembaga pelayanan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
