SOLO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo melakukan sosilaisasi masif kepada generasi milenial untuk aktif memantau pelanggaran. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak mereka berani membantu memberikan klarifikasi apabila menemukan kabar yang diragukan dan belum tentu benar. Generasi milenial dianggap sebagai generasi muda yang dekat dengan gadget dan media sosial, serta dapat memahami kondisi saat ini.
Ketua Bawaslu Kota Solo, Budi Wahyono, mengatakan generasi milenial berperan penting dalam pesta demokrasi yang digelar sebulan lagi. Salah satu upaya untuk menyambut pesta demokrasi adalah dengan mengajak generasi milenial untuk memberikan sosialisasi memerangi bahaya hoax dan pelanggaran kampanye lainnya di Car Free Day Kota Solo. Kegiatan sosialisasi ini dikemas dalam suasana kekinian agar dapat menarik masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi.“Temanya sosialisasi pengawasan partisipatif bersama generasi milenial. Peran generasi muda ini sangatlah besar, jumlahnya sekitar 70 – 80 juta orang atau sekitar 40 persen dari seluruh jumlah pemilih. Kami menggandeng siswa SMA Santo Yosef untuk flashmob, pentas teatrikal, dan beragam penampilan menarik lainnya,” ujar Budi Wahyono, Minggu (17/3).
Harapannya, generasi milenial dapat memutus dan menghilangkan berbagai hal yang mencederai pesta demokrasi seperti ujaran kebencian dan kabar hoax. generasi milenial harus berani memberikan klarifikasi, memberikan data yang valid, dan mengecek kebenarannya terhadap berita bohong yang tersebar di berbagai media sosial. Dengan sikap berani, generasi milenial memiliki tanggung jawab yang besar kepada masyarakat dengan memilah dan memilih fakta yang akan disajikan dan dibagikan.
