PURBALINGGA INFO – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristek Dikti RI), Mohammad Natsir memberikan apresiasi berdirinya Universitas Perwira Purbalingga (Unperba). Unperba diharapkan dapat memeratakan pembangunan pendidikan di Indonesia.
Natsir mengatakan indeks pembangunan manusia (IPM) di Purbalingga masih nomor 27 diantara 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah sehingga perlu dibantu untuk meningkatkan IPM. Pertama terkait mengatasi permasalah kurang nya perguruan tinggi di suatu daerah. Kedua bidang studi apa yang harus kita dorong yang berdasarkan lokal wisdom yakni dengan peningkatan potensi lokal sehingga menjadi nilai tambah.
Perguruan tinggi menurut Natsir harus berkontribusi pada indeks pembangunan manusia, sehingga lulusan perguruan tinggi harus menjadi pekerja yang profesional. Bukan menjadi pekerja jobseeker, tetapi menjadi pekerja yang menjadi jobcreater yakni mencipta lapangan pekerjaan. “Jangan lagi berpikir setelah lulus cari pekerjaan, tapi sudah mempunyai pekerjaan yang berorientasi pada pengembangan bisnis,” katanya disela-sela peresmian Unperba, Kamis (11/4).
Natsir menambahkan lokal wisdom bisa dikembangkan seperti pengembangan agro teknologi. Natsir mencontohkan di Israel, kalau di Purbalingga satu hektar sawah hanya menghasilkan 10 Ton, sekarang di Israel sudah mencapai 16 ton per hektar. Peningkatan produktivitas pertanian karena didukung adanya pengembangan teknologi pertanian yang mumpuni. “Teknologi ini sudah dikembangkan di India, lah kapan akan dikembangkan di Indonesia? ” katanya.
Mendikti berharap Unperba bisa berkontribusi pada pengembangan riset itu sehingga nilai tambahnya bisa ditingkatkan. Nilai tambah bukan hanya di tingkat produksi saja namun dari pengolahan hasil pertanian. ” Hasil pertanian bukan hanya selesai dijual saja namun harus dilakukan pengolahan. Sehingga pengolahan hasil pertanian ini bisa diturunkan menjadi industri, yang nantinya berdampak pada menciptakan lapangan pekerjaan di Purbalingga,” katanya.
Sedangkan ketua Yayasan Pendidikan Karya Bhakti, Bambang Soesatyo yang juga sebagai Ketua DPR RI mengatakan dengan diresmikannya Unperba bisa menjadi multiplayer efek bagi Purbalingga. Dengan adanya perguruan tinggi mandiri pertama di Purbalingga dapat menampung lulusan SMA/SMK yang ada. “Lulusan SMA/SMK Purbalingga tidak perlu jauh-jauh mencari perguruan tinggi, tidak harus mencari kos sehingga biaya hidup bisa dihemat. Jika daya tampung Unperba sebanyak 1.00O mahasiswa jika dihitung maka penghematan semakin banyak,” katanya.
Bamsoet mengatakan kedepan perkuliahan tidak perlu gedung megah, dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi perkuliahan bisa dilakukan dengan mendatangkan para dosen diberbagai negara. Dengan teknologi hologram bisa lebih efektif dan efisien, kedepan tidak ada lagi uang kutipan pembangunan dikarenakan perkuliahan bisa dilakukan dimana pun.
