MENHUB BAHAS PEMBEBASAN LAHAN PROYEK KERETA-BANDARA

28 August 2017
dev_yandip prov jateng

SOLO – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi mengunjungi Balaikota Surakarta, Jumat (25/8) guna membahas rencana pembebasan lahan untuk proyek Kereta Bandara bersama Walikota Surakarta dan jajaran Pemerintah Kota Surakarta. Dalam pembahasan tersebut, Menhub menargetkan pembebasan lahan terdampak proyek kereta-bandara Stasiun Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo selesai Oktober 2017. Sementara untuk sosialisasi pembebasan lahan kepada masyarakat dilakukan awal September. Menhub Budi menyatakan bahwa, tanah terdampak proyek Kereta-Bandara yang sekarang dihuni warga hanya berkisar 30 persen dari total kebutuhan lahan.

“Pemerintah Kota Surakarta diminta mempercepat proses (pembebasan lahan) agar November bisa mulai dikerjakan,” jelas Menhub dalam rapat yang dilaksanakan bersama Lurah dan Camat yang terkena proyek..

Proyek Kereta-Bandara diperkirakan memerlukan pembebasan lahan privat warga di Solo dan Boyolali seluas sekitar 7,5 hektare. Menhub menjelaskan bahwa pembebasan lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dan TNI Angkatan Udara (AU) sudah selesai dan tinggal  menyelesaikan proses administrasi.

 “Dana sudah disiapkan, baik untuk pembebasan tanah maupun pembangunan jalur kereta, teknis kami serahkan kepada Pemerintah Kota,” jelas Menhub.

Pemerintah Pusat menargetkan kereta-bandara beroperasi akhir 2018. Untuk itu Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo memerintahkan kepala wilayah, Lurah dan Camat untuk bergerak mensosialisikan kepada warga yang terdampak proyek Kereta Bandara.

Skip to content