Membandel saat Dikarantina, Kunci ODP di Kamarnya

27 April 2020
yandip prov jateng

KUDUS – Demi memastikan keamanan kabupaten Kudus ditengah pandemi Covid-19, Sabtu (25/4/2020) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo dan rombongan meninjau sejumlah posko dan tempat karantina Covid-19. Di antaranya Terminal Induk Jati, Rusunawa Bakalan Krapyak, Posko Covid Gondosari, Balai Diklat Sonyawarih dan terakhir Posko Covid Simpang Tujuh Kudus.

Dimulai dengan meninjau posko pelayanan dan pemeriksaan di Terminal Induk Kecamatan Jati Kudus, guna memastikan kesiapan dari petugas dan alat sterilisasi. Selain itu, pihaknya juga meninjau blokade jalan yang dipasang di perbatasan menuju arah kota untuk mensterilkan kendaraan pemudik yang masuk.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Rusunawa Bakalan Krapyak untuk memastikan kelancaran proses karantina. Kepada para petugas karantina, Hartopo berpesan, agar tetap melaksanakan tugas dengan selalu membekali dengan alat pelindung diri (APD) yang telah ditentukan.

“Saya harapkan agar para petugas karantina untuk tetap semangat menjadi pahlawan bagi saudara kita yang pulang dari perantauan. Bekali diri dengan APD yang telah disediakan,” ujarnya.

Selain itu, Hartopo juga menekankan untuk selalu memantau setiap aktivitas serta perkembangan kesehatan dari orang dalam pemantauan (ODP) yang dikarantina. Tim protokol kesehatan yang ada di masing-masing tempat karantina, diminta selalu mengontrol keseharian dari ODP yang dikarantina

“Anjurkan selalu menggunakan masker dalam berkomunikasi serta terapkan sosial dan physical distancing kepada mereka. Jika membandel dan tidak mengikuti arahan petugas, jangan segan untuk mengunci mereka di dalam kamarnya masing-masing,” tegasnya.

Kapolres Kudus Catur Gatot Efendi mengatakan, ODP yang dikarantina harus kompak bersama petugas untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Kudus. Kehadiran forkopimda diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi mereka.

“Kami dari Forkopimda Kabupaten Kudus bersama dengan Pemkab Kudus datang untuk memberikan motivasi kepada para petugas dan ODP yang dikarantina. Harapan kami semoga pandemi ini segera berlalu, dan kita dapat kembali dalam kehidupan semula,” ujarnya.

Catur juga berpesan kepada para petugas ditempat karantina agar tidak mencampurkan antara sampah dari ODP dengan sampah dari masyarakat umum. Sebab dikhawatirkan sampah dari ODP berisiko menginfeksi orang lain.

“Pesan saya buat bapak ibu sekalian, tolong agar sampah dari orang yang dikarantina agar tidak dicampur dengan sampah masyarakat umum, khawatirnya nanti jika terindikasi positif malah akan menularkan ke orang lain. Bila perlu sampah dari ODP langsung dimusnahkan saja dengan cara dibakar,” pungkasnya.

Penulis : Kontributor Kab Kudus

Editor : Di, Diskominfo Jateng*P

Skip to content