
Semarang – Pilkada yang berlangsung di kabupaten Kudus baru saja usai. Namun, bupati dan wakil bupati terpilih masih harus menunggu pelatikan untuk dapat menjabat secara resmi. Pada masa transisi tersebut, Riena Retnaningrum, SH. ditunjuk untuk menjadi penjabat bupati. Pengambilan sumpah Penjabat Bupati Kudus dilakukan secara langsung oleh Gubernur Ganjar Pranowo, bertempat di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang sore ini (21/8). Pelantikan tersebut juga menandai berakhirnya tugas Sekda kab. Kudus, Samani Intakoris, sebagai pelaksana harian bupati Kudus.
Dalam sambutannya, Gubernur Ganjar menyampaikan bahwa Penjabat Bupati Kudus punya waktu sekitar satu bulan untuk melaksanakan tugasnya, utamanya untuk menyiapkan proses jalannya pemerintahan menjadi makin baik, sampai dilantiknya bup dan wabup terpilih.” Kalau ada yang perlu diperbaiki, diperbaiki. Kalau ada inovasi yang sudah baik, tularkan. Di Kudus sudah banyak sistem yang telah berjalan dengan baik, didorong dan dikolaborasikan dengan milik pemprov,” ujarnya. Secara khusus Ganjar meminta agar digital birokrasi digerakkan.”Birokrasi tidak harus face to face namun bisa melalui penerapan aplikasi dengan memanfaatkan teknologi informasi,” imbuhnya.
Dirinya juga menyampaikan terimakasih terhadap Bupati Musthofa yang telah 10 tahun memimpin, dan berharap agar apa yang diwariskan bisa diteruskan dan didorong untuk kemajuan Kudus secara khusus dan Jateng secara umum.
Ditemui seusai pelantikan, Riena, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM, menyampaikan bahwa fokusnya adalah menjembatani antara pemerintahan yang baru dengan yang lama. “Kita sinkronkan, termasuk semua OPD,” ujarnya saat ditanya perihal prioritas pertamanya di Kudus.
