Manager Sertifikasi Profesi: Batik Purbalingga Untuk Indonesia

02 March 2019
yandip prov jateng
Manager Sertifikasi Profesi: Batik Purbalingga Untuk Indonesia

PURBALINGGA, INFO- Pelaku usaha batik di Purbalingga diajak untuk menguasai pasar nasional dengan ciri khasnya. Hal tersebut disampaikan Manager Lembaga Sertifikasi Profesi, Rodiah Siamwin saat acara peningkatan mutu SDM batik melalui uji kompetensi, Jum’at (1/3) dj balai Desa Limbasari Kecamatan Bonotsari.

Rodiah mengatakan, Purbalingga berpotensi merajai pasar nasional karena kekhasan batik yang ada di Purbalingga tidak dipunyai daerah lain. Selain itu, banyaknya pelaku usaha batik Purbalingga juga menjadi potensi tersendiri. Tercatat ada beberapa Desa yang mengikuti program tersebut yaitu Limbasari, Dagan dan Mangunnegara dengan peserta sebanyak 47 orang.”Mulai sekarang kita harus punya motto ‘Batik Purbalingga Untuk Indonesia’ agar kita semangat untuk lebih mengembangkan batik Purbalingga,” kata Rodiah.

Rodiah menambahkan, untuk meningkatkan kualitas batik Purbalingga, perlu dilakukan peningkatan kompetensi dan pemberian sertifikasi produk. Menurutnya, program sertifikasi yang diadakan Dinperindag Purbalingga bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi bertujuan agar produk batik khususnya di Purbalingga lebih dihargai konsumen.”Jadi kegiatan peningkatan kompetensi dan sertifikasi ini bertujuan agar produk batik di Purbalingga lebih dihargai dan bisa bersaing dengan daerah-daerah lain,” imbuhnya.

Dia juga berujar, program sertifikasi juga bertujuan untuk melindungi produk dalam negeri. Negara tetangga seperti Malaysia memang getol mengajukan hak paten atas batik dan mereka kalah karena hak paten atas batik dimiliki Indonesia. Walaupun negara seperti Malaysia kalah atas hak paten batik, mereka senantiasa meningkatkan kualitas produk batik mereka sehingga kalau pelaku usaha batik di Indonesia khususnya Purbalingga lengah, maka produknya akan kalah bersaing.”Malaysia walaupun kalah atas hak paten, mereka terus meningkatkan kualitas batik mereka. Makanya panjenengan semua harus meningkatkan kualitas produknya juga,” ujarnya.

Dia berpesan agar pelaku usaha batik di Purbalingga agar tidak cepat puas. Mereka harus berimprovisasi dalam motif sehingga tetap diminati konsumen. “Kata maestro batik Indonesia, jangan cepat puas atas hasil yang dicapai. Tapi jangan pula membatik itu hanya untuk kejar setoran karena yang dinilai itu ketekunan dari pembuatan batik,” katanya.

Untuk diketahui, tahun ini bukanlah yang pertama kali pembatik Purbalingga mengikuti program sertifkasi itu. Kasi Agro Dinperindag Purbalingga, Budi Baskoro menuturkan, tahun lalu ada 30 pembatik Purbalingga yang lulus dan mendapat sertifikat peningkatan kompetensi pembatikan. Dia berharap tahun ini akan ada semakin banyak pembatik di Purbalingga mendapat sertifikat tersebut.”Semoga tahun ini jumlah pembatik yang lulus sertifikasi akan semakin banyak yang menjadi tanda semakin banyaknya pembatik yang berkualitas,” pungkasnya.

Skip to content