Lewat Foto, Pelajar Diedukasi Sejarah

03 April 2019
yandip prov jateng
Lewat Foto, Pelajar Diedukasi Sejarah

Kota Pekalongan – Dalam rangka mengedukasi sejarah kepada para pelajar, Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan gelar foto jelajah dalam momen Hari Jadi ke-113 Kota Pekalongan yang bertempat di halaman Museum Batik Kota Pekalongan, Selasa (2/3/2019).

Pegiat Sejarah Pekalongan Heritage Community, Mohammad Dirhamsyah yang ditunjuk sebagai pemandu sejarah di galeri jelajah foto, menjelaskan, dalam peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan tahun ini ingin memberikan edukasi kepada para pelajar tentang pentingnya mengetahui sejarah perkembangan kota nya.”Gelar Foto Jelajah Pekalongan merupakan bagian dari mengisi rangkaian Hari Jadi. Di momen Hari Jadi, kami ingin mengupas sejarah Kota Pekalongan dari sebelum dan sesudah lahirnya Kota Pekalongan dengan target anak-anak sekolah sehingga mereka diharapkan dapat mengerti perjalanan masa lalu Kota Pekalongan karena pemahaman sejarah merupakan pijakan menuju masa depan,” jelas Dirham.

Diungkapkan Dirham, konsep yang diusung dalam galeri jelajah foto yakni berupa kumpulan foto-foto perkembangan Kota Pekalongan yang di display layaknya lorong waktu. Kemudian, Dirham menjelaskan kepada para siswa-siswi secara detail mulai dari awal mula logo Kota Pekalongan, tradisi, peninggalan sejarah kolonial, bangunan bersejarah yang ada di Kota Pekalongan.”Konsepnya siswa diajak mengenal dari mulai logo kota yang diibaratkan galeri foto ini seperti lorong waktu dimana siswa dapat mengamati foto dan Saya akan menjelaskan secara detail terkait sejarahnya yang terdapat dalam foto tersebut,” ungkap Dirham.

Ada sekitar 14 koleksi foto yang ada di galeri tersebut. Semua koleksi foto itu diambil dari koleksi Dinarpus Kota Pekalongan, Perpustakaan Nasional RI, Rijk Museum Amsterdam, Universitas Laiden (KITV), dan sebagainya. Menurut Dirham, antusias para siswa yang berkunjung ke galeri foto tersebut sangat tinggi.”Antusiasnya cukup baik meskipun mereka masih SD namun anak-anak ini sudah kritis dan detail saat bertanya. Harapannya mereka punya mindset (pola pikir) bahwa kita itu punya warisan peninggalan kolonial untuk membangkitkan rasa cinta mereka terhadap kotanya sendiri. Dengan memiliki cinta terhadap kota sendiri, mereka akan tahu seluk beluk sejarahnya, mengerti warisan – warisan yang ada di Kota Pekalongan, supaya ke depan gedung-gedung peninggalan kolonial masih bisa dipertahankan sebagai cagar budaya,” imbuh Dirham.

Sementara itu, Guru SD Islam 01 Ma’had Pekalongan, Muhammad Khozin saat mendampingi muridnya jelajah foto menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan galeri foto jelajah tersebut.”Kami dari SD Islam 01 Mahad khususnya anak-anak senang sekali adanya gelar foto ini untuk menambah wawasan karena anak-anak jarang mengetahui informasi seperti ini. Ini sangat baik sekali bagi anak didik kami. Harapan saya sebagai guru, saya ingin anak-anak ke depannya bisa tau Pekalongan itu dulunya seperti apa sebelum jadi seperti sekarang ini. Dan mereka sebagai pelajar ke depannya bisa ikut mengembangkan potensi yang ada di Kota Pekalongan, itu harapan kami,” tutur Khozin.

Skip to content