Kesadaran Masyarakat Tantangan Operasional TPS3R

19 February 2026
Yandip Prov Jateng (2)
Kesadaran Masyarakat Tantangan Operasional TPS3R

WONOGIRI – Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, menjadi tantangan utama yang dihadapi dalam operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Wonogiri.
Hal itu mencuat saat Rapat Evaluasi Operasional TPS3R yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan dan Kawasan Permukiman (LH dan Perkim) Kabupaten Wonogiri, di Ruang Pertemuan Mal Pelayanan Publik Wonogiri mulai pukul 09.00 WIB, Rabu (18/2/2026). Kegiatan itu bertujuan untuk memetakan kendala serta merumuskan strategi penguatan operasional TPS3R agar dapat berjalan lebih optimal.
Kepala Dinas LH dan Perkim, Bahari mengungkapkan, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi kendala utama yang dihadapi TPS3R, sehingga perlu upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah yang baik. Selain itu juga keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya regulasi pengelolaan sampah.
“Kondisi medan yang sulit dan keterbatasan armada pengangkut juga menjadi hambatan di beberapa wilayah,” ungkap Bahari.
Ditambahkan, beberapa TPS3R yang menjadi bahan evaluasi antara lain TPS3R Jatipurno, Bulukerto, Wuryantoro, dan Pracimantoro. TPS3R Jatipurno telah memiliki berbagai fasilitas seperti mesin pencacah, pengayak, motor roda tiga, serta area pengomposan, namun masih terkendala pada aspek pengelolaan aset dan pembiayaan operasional.
Sementara itu TPS3R Wuryantoro dinilai telah menunjukkan perkembangan positif dengan menghasilkan maggot, serta menekan residu sampah hingga sekitar 40 persen. Namun demikian, keterbatasan sumber daya manusia dan pemasaran hasil produksi masih menjadi tantangan.
TPS3R Bulukerto pun menghadapi kendala pada pemasaran maggot dan kualitas kompos. Sedangkan TPS3R Pracimantoro hingga saat ini belum dapat beroperasi secara maksimal akibat keterbatasan armada, jarak tempuh yang jauh, serta regulasi desa yang masih dalam proses.
Dalam diskusi, juga dibahas pentingnya transparansi pengelolaan keuangan TPS3R, optimalisasi pemanfaatan alat, serta peluang pengembangan TPS3R sebagai unit usaha yang berkelanjutan.
“Kita juga perlu pengawasan terhadap munculnya kelompok swadaya masyarakat (KSM) ilegal yang melakukan pungutan tidak resmi,” imbuh Bahari.
Dalam rapat tersebut, direkomendasikan beberapa langkah tindak lanjut, antara lain koordinasi lebih lanjut terkait aset dengan BPKAD, rencana pengadaan mesin pemilah sampah (conveyor), peningkatan kualitas produk kompos, serta penguatan kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk SPPG, dalam pengelolaan maggot dan retribusi.
“Melalui kegiatan evaluasi ini, diharapkan seluruh TPS3R di wilayah Wonogiri dapat beroperasi secara maksimal, profesional, dan berkelanjutan dalam rangka mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat,” pungkas Bahari.

Penulis : Kontributor Kab. Wonogiri
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

Mascot Padhang
Skip to content