Kendalikan Penduduk, DinsosP2KB Maksimalkan Program Andalan

12 January 2019
yandip prov jateng

Kota Pekalongan, Info Publik – Guna menekan angka pengendalian penduduk dan mewujudkan keluarga berencana di Kota Pekalongan, Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) Kota Pekalongan akan memaksimalkan beberapa program andalannya diantaranya melalui Program KB,  pembentukan kampung KB, kegiatan PIK remaja dan masyarakat, program GenRe, Bina Keluarga baik dari balita, remaja dan  lansia.Hal itu disampaikan oleh Kepala DinsosP2KB, Gunindyo saat ditemui di kantornya, Jumat siang (11/01/2019).

Gunindyo menekankan melalui program-program tersebut diharapkan adanya peningkatan kesadaran dari masyarakat untuk perbaikan kesejahteraan melalui pengaturan kelahiran baik dari kalangan pelajar masyarakat umum. “Tahun kemarin tingkat penekanan angka kelahiran masih sama dengan tahun sebelumnya. Tahun depan akan lebih kita kencangkan lagi sehingga angkanya tahun ini bisa lebih menurun lagi,” ujar Gunindyo.

Diterangkan Gunindyo, sosialisasi kerap dilakukan secara rutin melalui kegiatan PIK (Pusat Informasi dan Konseling), GenRe (Generasi Berencana), bina keluarga balita, remaja, lansia di tingkat desa yang dilakukan oleh kelompok masyarakat melalui advokasi PKB/ PLKB. Hal tersebut sebagai sebagai ajang memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat.

Gunindyo menambahkan, DinsosP2KB juga akan mengoptimalkan gerakan KB berupa pemasangan alat kontrasepsi melalui gerakan-gerakan pelayanan serempak yang diadakan pada hari-hari tertentu seperti HUT Kota Pekalongan, Hari Ibu dan sebagainya yang melibatkan organisasi wanita keagamaan seperti Aisyiyah, Muslimat NU yang mendapat dukungan dari Kodim dan masyarakat setempat.”Kampung KB ada 5 yang telah dibentuk mulai tahun 2017 di wilayah pinggiran, yang peserta KB nya rendah, lingkungannya kumuh dan tingkat pendidikan dan kesejahteraannya masih rendah, diantaranya di kelurahan Pasir Sari, Jenggot, Bandengan dan lain-lain, imbuh Gunindyo.

Gunindyo mengungkapkan di tahun ini keberadaaan kampung KB yang telah terbentuk akan dimaksimalkan melalui kerjasama dinas terkait untuk menunjang perekonomian dan mewujudkan keluarga berkualitas.”Karena ada banyak permasalahan disitu misalnya permasalahan lingkungannya kurang bagus nanti ada instansi terkait misalnya DPU berkaitan dengan sarana dan prasarana lingkungan, Dinas Permukiman berkaitan dengan lingkungan kumuh dan sebagainya untuk mengintervensi kegiatan-kegiatan masyarakat di Kampung KB tersebut supaya hasilnya nanti lebih baik,” jelas Gunindyo.

Skip to content