Akibat tertimbun longsor, akses jalan menuju Dukuh Duplak, Desa Tempur tidak dapat dilewati. Hingga, Selasa, (22/1), ratusan Kepala Keluarga (KK) dukuh tersebut terisolasi.
Dalam laporan Forum Penanggulangan Risiko Bencana (PRB) Desa Tempur Kecamatan Keling Nur Sholihin mengatakan, longsor terjadi pada Selasa (22/1), pukul 01.00 wib. “Hingga pukul 08.00 wib, hujan deras masih menyelimuti desa kami,” kata dia.
Longsor tersebut, menutupi ruas jalan utama Desa Tempur menuju Dukuh Duplak, yang merupakan dukuh tertinggi di Kabupaten Jepara.
Dari catatan, ketinggian tebing sekitar 12 meter dengan lebar longsor sekitar 9 meter. Material tanah dan batu menutup jalan sehingga akses jalan tertutup dan sebagian badan jalan ikut longsor.”Kami belum berani membersihkan material longsor, karena hujan belum reda,” kata dia.
Karena batu masih berjatuhan, ini akan berpotensi terjadinya longsor susulan. Hingga saat ini, masyarakat masih berjaga disekitar lokasi kejadian.
Petinggi Desa Tempur Sutoyo mengatakan, ada aekitar tempur 102 KK yang tinggal di dukuh Duplak. Ia berharap, bantuan alat berat segera dikirim untuk membersihkan material longsor termasuk batu besar yang msnutupi jalan. “Tisak hanya jalan, sawah sekitar juga rusak,” kata sia.Longsor di Desa Tempur, tidak hanya terjadi kali ini saja. Tahun 2018, akses Jalan penghubung Desa Tempur dan Damarwulan lumpuh akibat longsor
